Presiden PKS: Jangan Menghujat Syekh Puji

http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/10/26/1/157635/presiden-pks-jangan-menghujat-syekh-puji

JAKARTA – Presiden PKS Tifatul Sembiring mengaku kurang simpati dengan pihak-pihak yang menghujat pernikahan Syekh Puji dengan gadis belia berusia 12 tahun yang dianggap kontoversial.

“Mungkin kita tidak sependapat, tapi jangan sampai menghujat para ulama. Karena kalau umat Islam tidak menghormati ulama, siapa lagi yang akan menghormati mereka,” ujarnya di sela Rapimnas PKS di Hotel Sahid Jakarta, Minggu (26/10/2008).

Selain itu, lanjutnya, persoalan yang menjadi kontroversi ini masih menyangkut masalah fiqhiyah yang dibenarkan berbeda pendapat, selama mempunyai dalil yang kuat.

“Jadi tolong kepada semua masyarakat terutama umat Islam agar tidak sampai saling menghujat. Lebih baik dikonsultasikan dengan ulama (MUI) karena ini masalah fiqih, yang ada batas minimal dan maksimalnya,” terangnya.

(ded)

Iklan

10 Tanggapan

  1. Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://hukum-kriminal.infogue.com/presiden_pks_jangan_menghujat_syekh_puji

  2. seseorang dihormati bukan karena jabatan yang melekat pada dirinya, tapi karena apa yang telah diperbuatnya!!!

  3. wah, pks kalo masalah poligami selalu pro terus, walo sudah jelas korbannya anak di bawah umur. lagian yang mengesahkan puji sebagai ulama itu ya siapa, bagi saya ulama itu bukan cuma apal al quran, bisa bikin pesantren, bisa ceramah doang, tp harus punya nilai yg lebih dalam dari itu. Kalo orang dengan otak ngeres dipanggil ulama, wah… bisa dibayangkan apa yg diajarkan pada muridnya. Ada pimpinan ponpes yg ktnya mewakafkan tanah buat makam teroris imam smudra cs, krn menganggap gerombolan itu patriotis. Wuih wong teroris kok patriotis. lha orang seperti itu, yg menganggap teroris = patriotis apa ya pantes disebut ulama. dan yg lebih menyedihkan, apa ya mungkin dia mengajarkan indahnya toleransi terhadap perbedaan di ponpesnya, apa ya lulusan ponpesnya bukannya terancam jadi orang2 yg tertawa ketika melihat kejadiankeji terjadi.

  4. jangan jangan syekh puji mo di lamar PKS atau kader PKS, sah sah saja sih apa lagi duit syekh tebel

  5. NABI MUHAMMAD BUKANLAH SEORANG PEDOFIL,
    INI FITNAH YANG SANGAT KEJI,
    SITI A’ISYAH DINIKAHI BELIAU SAAT UMUR 17 TAHUN,
    SAYA ULANGI UMUR 17TAHUN,
    PENDAPAT YANG MENGATAKAN BAHWA UMUR SITI A’ISYAH SAAT DINIKAHI BELIAU SAW ADL UMU 6/9/12 TAHUN,ADALAH FIIIIIIIIIIIIIIIIIIIITNAAAAAAAAAAAAAAAAAH, BAHKAN BUKAN BERASAL DARI HADIST/PERKATAAN NABI SENDIRI, BUKTI2 YANG MNGUATKAN AKAN DITAMPILKAN BEBERAPA WAKTU LAGI,SEDANG DIKETIK

  6. semua sudah jadi orang pintar, jadi silat lidah merupakan pembenaran perbuatan. orang itu sama saja mas, bedanya pake sorban dan celana jeans. marilah kita kembali kepada kelembutan hati, jgn suka sok dan sok. tak ada bedanya yg bisa ngaji dan nggak, yang penting pengamalan terhadap sesama.

  7. Sesuatu jangan dilihat dari sebelah mata, mari kita telaah lebih jauh dari kaca mata bathin (hati nurani) yang paling dalam, Jika pernikahan mengarah pada keselamatan seorang gadis terhadap perzinahan apa salahnya kalau segera di nikahkan, toh seorang wanita sah dikawini jika sudah datang bulan (menstruasi) dan fihak wali/ortu mengijinkan, dari pada sekarang banyak anak diusia remaja (masih bau kencur) sekitar 10-13 tahun sudah menjajakan diri sebagai PSK atau melayani om2 hidung belang (bahkan sampai pejabat negara. dan sekarang kalau ulfah dipisahkan dengan syekh puji apa jadinya dengan kondisi psikis dan fisik dirinya terhadap keluarga dan masyarakat. Bukan masalah ulama atau kyai (syekh) dia harus dihormati namun niat dan perlakuan yang dilakukan menyimpang tidak dari nilai/norma yang ada, dan tidak perlu semua soal perkawinan (nikah) selalu i’tiba rasul “bukan berarti saya tidak setuju, namun bisa menempatkan hadist pada tempat yang tepat”, karena banyak masyarakat sekarang tidak faham tentang hadist dan sunah, buktinya banyak orang yang sudah hamil duluan (hasil zina) baru dinikahkan dengan kartu undangan yang dicantumkan kata2: “Menjalankan sunah rasul”, lengkap dengan ayat al_qur’an, sementara mengaji saja tidak pernah
    Masalah s_puji sebetulnya masalah sepele, dan kenapa harus diributkan…?, sementara bangsa ini banyak yang berkaitan dengan perbuatan amoralitas yang dilakukan oleh pejabat negara maupun masyarakat umum namun tidak diangkat seramai dan sehebat s_puji maupun aa_gym,
    Bahkan ada LSM yang mengfasilitasi kegiatan perzinahan dengan memberikan kondom suntikan anti HIV kepada pelaku PSK, sementara komnas HAM sama sekali tidak mau mengurusi atau mengentaskan persoalan anak2/ remaja khususnya masalah ekonomi, sehingga dia nekad menjajakan dirinya demi menutupi masalah kehidupan.
    Yang tidak sepakat kalau perkawinan didasarkan atas hutang piutang, berarti ada tendesius dibalik perkawinannya mari kita renung bersama. Wassalam

  8. semoga mendapat taufiq dan hidayahNYA

  9. Sepertinya kita harus banyak belajar Islam. Islam menghalalkan menikahi anak kecil seperti halnya Rasulullah saw. Lantas kenapa kita menghujatnya??

  10. kenapa pelaku pernikahan yg syah dan sesuai syariat malah dihujat, sedangkan pelaku perzinahan, penjual anak dibawah umur utk dijadikan pelacur, yng jelas-jelas tampak kedholimannya kita tidak peduli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: