PKS Kampanye Saat Shalat Ied


http://forum. kompas.com/ nasional/ 7257-pks- kampanye- saat-shalat- ied.html

Partai politik (Parpol) dan peserta pilkada semakin gila saja. Segala kesempatan digunakan untuk kampanye termasuk di saat salat idul fitri, yang membuat peserta sholat menggerutu tanda mereka tidak suka.

Salat idul fitri di halaman kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Lenteng Agung, Jakarta Selatan, khotibnya rada aneh yaitu dia bercerita bagaimana hebatnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Padahal masyarakat datang ke tempat itu adalah untuk murni ibadah melalui salat id bukan untuk mendengarkan khotib kampanye. Inikah yang dinamakan parpol menunggangi agama. Sungguh menggelikan.

Hal serupa juga terjadi di Tangerang, beberapa mesjid di Kotamadya Tangerang, khotibnya membacakan selebaran yang dibagikan oleh walikota. Isinya adalah tentang kesuksesan sang walikota, yang ternyata wali kota tersebut saat ini menjadi calon wali kota (Cawalkot) untuk Pilkada Kotamadya Tangerang yang akan berlangsung beberapa saat lagi.

Masyarakat yang mendengar ceramah itu saling colek, tanda bahwa mereka tidak menyukai kampanye yang memanfaatkan kesempatan salat id.

KELUARGA YANG BERHASIL DIMULAI DARI SUAMI


Sebagai orang tua di zaman modern ini membesarkan anak adalah tugas yang menakutkan di tengah-tengah sebuah kultur dalam krisis. Penelitian menyampaikan sebuah data statistik yang mengerikan tentang apa yang sedang terjadi setiap hari di Amerika:

·         1.000 remaja wanita menjadi ibu tanpa nikah

·         1.106 remaja wanita melakukan aborsi

·         4.219 remaja mengidap penyakit yang tertular secara seksual

·         500 remaja mulai memakai narkoba

·         1.000 remaja mulai mengkonsumsi alkohol

·         135.000 anak-anak membawa sebuah pistol atau senjata lain ke sekolah

·         3.610 remaja dilecehkan; dan 80 diperkosa

·         2.200 remaja berhenti dari sekolah menengah

·         7 anak (usia 10-19 tahun) dibunuh

·         7 anak muda (17 tahun dan kebawah) ditangkap karena pembunuhan

·         6 remaja bunuh diri 
 

Tidak heran bahwa banyak pria menghadapi tugasnya sebagai ayah dengan rasa takut dan gentar. Menjadi ayah bukan saja, dalam banyak hal, merupakan pekerjaan yang paling menakutkan di dunia, melainkan juga pekerjaan yang paling dibutuhkan di dunia.

Tugas sebagai seorang ayah merupakan kepentingan yang kritis, dan tidak pernah sedemikian rupa sedari saat ini dan zaman ini. Hubungan seorang anak dengan ayah merupakan sebuah faktor yang menentukan dalam kesehatan, perkembangan, dan kebahagiaan pemuda atau pemudi tersebut.

Pertimbangkan temuan-temuan yang didokumentasikan dengan baik berikut ini:

·         Dr. Loren Moshen dari Natioanal Institute of Mental Health, menganalisis orang-orang yang disensus di Amerika Serikat dan menemukan bahwa absennya seorang ayah menjadi faktor yang lebih kuat dalam kontribusi kenakalan anak-anak daripada faktor kemiskinan.

·         Sekelompok ilmuwan Yale tentang perilaku mempelajari kenakalan anak-anak dalam 48 kebudayaan di seluruh dunia dan menemukan bahwa tingkat kejahatan tertinggi di antara orang-orang dewasa adalah mereka yang masa kanak-kanaknya hanya dibesarkan oleh seorang wanita.

·         Dr. Martin Deutsch menemukan bahwa kehadiran dan percakapan seorang ayah, khususnya saat makan malam, menstimulasi seorang anak untuk berprestasi lebih baik di sekolah…

·         Sebuah studi dari 1.337 dokter medis yang lulus dari Johns Hopkins University antara 1948 dan 1964 menemukan bahwa tidak adanya kedekatan dengan orang tua adalah faktor umum dalam hipertensi, penyakit jantung koroner, tumor ganas, penyakit mental dan bunuh diri.

·         Sebuah penelitian terhadap 39 gadis remaja yang menderita penyimpangan pola makan, anorexia nervos, menunjukkan bahwa 36 di antaranya mempunyai satu denominator yang sama: tidak adanya hubungan yang dekat dengan ayah mereka

·         Para peneliti Johns Hopkins University menemukan bahwa ‘gadis-gadis remaja kulit putih’ yang hidup dalam keluarga tanpa ayah, mempunyai kecenderungan 60% melakukan hubungan seks di luar nikah dibandingkan dengan mereka yang tinggal dalam keluarga dengan kedua orang tua.
[ Nita ] 

 

Penelitian Dr. Armand Nicholis menemukan bahwa seorang ayah yang absen secara emosional atau fisik, memberi kontribusi kepada seorang anak: (a) Motivasi yang rendah untuk berprestasi; (b) Ketidakmampuan untuk menunda kepuasan langsung demi ganjaran/hadiah dikemudian hari; (c) Harga diri yang rendah; dan (d) Kerentanan terhadap pengaruh kelompok dan kenakalan anak-anak.

 

 

SAYA TIDAK MENGECILKAN PERAN PENTING SEORANG IBU, TETAPI

SAYA PERCAYA BAHWA KELUARGA YANG BERHASIL DIMULAI DARI SUAMI

(James Dobson)

 

PS : artikel ini tidak dimaksudkan untuk mengecilkan peran dari single mother, tapi hanya untuk melihat bahwa peran seorang Bapa yang mencintai keluarga dalam keluarga yang lengkap sangat penting dalam sebuah keluarga…

(dari Milis tetangga)