Desmond Tutu: Alkitab Merupakan Senjata Yang Paling Radikal Perangi Ketidakadilan

Alkitab Merupakan Senjata Yang Paling Radikal Perangi Ketidakadilan, Kata Tutu

 

 

Pemenang hadiah Nobel Perdamaian Uskup Agung Desmond Tutu mengatakan Alkitab adalah senjata terbaik dalam perjuangan melawan ketidakadilan selama konferensi di sebuah gereja mengenai keadilan sosial.

“Tiada hal yang lebih radikal, tidak ada yang lebih revolusioner, tidak ada yang lebih subversif untuk melawan ketidakadilan dan penindasan daripada Alkitab,” kata uskup agung Afrika Selatan Sabtu lalu di gereja terbesar Jesus House For All Nations di London, menurut pihak sponsor Tearfund.

Kepada kerumunan yang berjumlah lebih dari 800 orang pemimpin gereja Inggris tersebut, Tutu menyatakan bahwa Alkitab mempunyai kekuatan revolusioner untuk membebaskan yang miskin sebagaimana gambaran pengalamannya sewaktu apartheid mendominasi Afrika Selatan.

“Jika anda ingin menaklukkan orang hal terakhir yang harus anda letakkan di tangan orang tersebut adalah sebuah Alkitab,”katanya.

Selama satu hari acara “Who Is My Neighbor”, gereja-gereja ditantang untuk menjadi tangan, kaki, mata dan telinga Yesus dalam perjuangan melawan kemiskinan lokal dan global, dengan penekanan secara khusus pada HIV.

Seorang aktivis Kristen AIDS, Lynne Hybels dari Chicago-bertempat di gereja terbesar Willow Creek Community Church menghimbau kepada gereja-gereja untuk lebih peduli terhadap pertarungan melawan HIV/AIDS.

Dia mengatakan usahanya untuk membangunkan topik tentang HIV/AIDS selama mengunjungi Uganda yan merupakan “pertukarannya yang kedua kalinya.”

Selama kunjungannya ke Afrika, dia mengatakan bahwa dia berjuang untuk memutuskan apakah menyerah kepada keputusasaan pandemic atau mengambil tindakan positif. Dia memilih pilihan yang yang terakhir dan mulai berbicara kepada publik tentang ketidakadilan dalam krisis AIDS.

Hybels mendesak para pemimpin gereja pada acara tersebut untuk mengajarkan nilai belas kasih dan keadilan kepada jemaat mereka.

Disamping itu Hybels dan suaminya Bill, yang memimpin Willow Creek, para pemimpin gereja besar Kay dan Pendeta Rick Warren dari gereja Saddleback merupakan bilangan tokoh-tokoh figure yang ternama juga ikut mempelopori usaha untuk membuat gereja di seluruh dunia lebih terlibat dalam menangani krisis AIDS.

Pada puncak acara Global Summit on AIDS and the Church yang pertama di gereja Saddleback 2005, Lynne dan Bill Hybels adalah pembicara kunci yang bergabung dengan Warren di panggung untuk menyerukan Gereja untuk tidak lagi mengutuk orang yang yang terinfeksi HIV dan lebih lagi memelihara mereka.

Lebih dari 33 juta orang di seluruh dunia mengidap HIV, suatu virus yang dapat menyebabkan AIDS, berdasarkan laporan terakhir PBB. Sekitar lebih dari 2 juta orang meninggal akibat AIDS dalam tahun ini-termasuk di dalamnya 330.000 anak-anak.

Sumber: http://id.christianpost.com/php_functions/print_friendly.php?tbl_name=church&id=840

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: