Malaysia Desak Pembatasan Lagu Indonesia

Malaysia Desak Pembatasan Lagu Indonesia

Kuala Lumpur, 4 September 2008 07:34
Para pendengar radio di Malaysia bakal kesulitan untuk mendengar lagu-lagu Indonesia kalau saja pemerintah setempat mengabulkan permintaan pembatasan penyiaran lagu Indonesia.

Adalah Persatuan Karyawan Industri Musik Malaysia (Karyawan), yang mengusulkan pembatasan penyiaran lagu-lagu Indonesia di radio. Rencananya usulan tersebut akan disampaikan kepada Menteri Tenaga, Air, dan Komunikasi Malaysia, Shaziman Abu Mansor.

“Kami akan menghadap menteri Shaziman besok (Kamis, 4/9) untuk menyampaikan tuntutan kuota 90 persen siaran lagu-lagu Malaysia, sisanya baru lagu Indonesia 10 persen,” kata Ketua Karyawan, Ahmad Abdullah, kepada Malaysiakini. com, Rabu (3/9).

Menurut Karyawan, jika tuntutan kuota itu tidak diterima, perbandingan 80:20 masih bisa diterima.

Tuntutan itu didukung sekitar 700 karyawan yang bekerja di industri musik. Dalam pertemuan itu, Presiden Karyawan Freddie Fernandez, komposer dan penyanyi terkenal M Nasir dan Nan Saturnie akan hadir dalam pertemuan dengan menteri.

Para karyawan industri rekaman Malaysia sudah lama memprotes dan menuntut agar radio di Malaysia tidak terlalu banyak menyiarkan lagu Indonesia karena akan menambah penjualan album penyanyi Indonesia di Malaysia, dan menurunkan pangsa pasar album penyanyi Malaysia.

Para penyiar dan pengelola stasiun radio Malaysia beralasan seringnya memutar lagu Indonesia disebabkan banyaknya permintaan dari pendengar.

Bahkan, tiga stasiun radio swasta yang saling berlomba menduduki posisi teratas di Malaysia, Era FM, Hot FM, dan Suria FM, memiliki program pemutaran lagu Indonesia setiap hari Minggu, antara jam 10-12 siang.

Penyanyi rock terkenal Malaysia, Amy Search, mengatakan bahwa jika jam 10 malam ke atas Malaysia sudah seperti Jakarta karena semua radio menyiarkan lagu-lagu Indonesia hingga dinihari.

Karena banyak penggemarnya, banyak perusahaan telekomunikasi seperti Maxis, DIGI, Celcom, dan Telekom Malaysia yang mensponsori konser musik musisi Indonesia di Malaysia. [EL, Ant] http://gatra. com/artikel. php?id=118149

Iklan

6 Tanggapan

  1. katanya malaysiakini.com ndak memiliki arsip berita tersebut 😀

  2. Was-was memang wajar dialami Malaysya, namun untuk bersaing, bersainglah secara sehat. jangan membetasi, tapi tunjukkan kemampuan dengan berkarya yang lebih baik. ………
    Tapi kalau membatasi, itu akanj semakin menunjukkan kalau malaysya tidak GENTLE. Mari kita bersaing secara sehat…………………..Tunjukkan kemampuan dengan berkarya…………….
    HIDUP INDONESIAKU

  3. Ye. .. Emang aja musik Malaysia ga enak di denger sama bangsanya sendiri, pake nyalahin musik indonesia ku yang keren. . .

  4. nah terbuktikan, kalo MALON (malaysia Lontong) emang enggak ada apa – apanya, apa lagi seni dan budaya, kebiasaan bajak sih, bilang inilah – itulah budaya milik MaLon, nahdi coba langsung dengan artis indonesia serta karya seninya saja udah pada ke blinger.
    memang MaLon abadi, kapan mau belajar untuk rendah hati, MaLOn cuma punya satu budaya “sombong” kaya tape, memble

  5. ngeseliiin!!!
    kok gto c??
    udah pke nyuri2 lgu indo eh mlah nyalahin indo….

    waaa!!!
    klo mrasa gw salah
    y ngga pa2 kok..

  6. sombong banget banget to Malaysia pake acara batasi lagu indonesia BALAGU.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: