Kronologis Pelecehan Yang dilakukan oleh Pendeta

Kronologis Pelecehan Yang dilakukan oleh Pemimpin Gereja

Kronologis dan penanganan kasus Pelecehan seksual terhadap RES, STh

Identitas Korban :
• Nama : RES, STh (Inisial)
• Umur : 34 Tahun
• Pekerjaan : Calon Pendeta
• Status : Sudah berkeluarga dengan suami TH.H, SH

Identitas Pelaku :

• Nama : Pdt. MKHS, MTh (Inisial)
• Umur : 50 Thn
• Pekerjaan : Pendeta
• Jabatan : Praeses HKBP Distrik X Medan Aceh

Hubungan korban dengan pelaku

• Korban adalah calon pendeta yang baru dua bulan ditugaskan di distrik X Medan Aceh
• Korban adalah salah satu staff pelaku
• Catatan : ada hubungan pekerjaan antara atasan dan bawahan dan hal tersebut berarti ada relasi kuasa antara korban dan pelaku

Uraian kejadian :

• Terjadi pada hari Jumat tanggal 04 Mei 2007 sekitar pukul 11.00 Wib di kantor HKBP Distrik X Medan Aceh pada saat pelaku memanggil korban keruangannya dengan tiba-tiba langsung memeluk, mencium pipi, meraba, meremas dan memukul pantat korban sebanyak tiga kali ;
• Korban berusaha meronta dan mengingatkan bahwa korban telah bersuami dan mengingatkan bahwa itu tidak pantas dilakukan oleh seorang hamba TUhan namun pelaku tidak mengindahkan ;
• Perbuatan pelaku tidak diteruskan karena ada salah seorang staff masuk keruangan

• Korban langsung keluar dan masuk kekamar mandi sambil menangis ;
• Esok harinya, Sabtu 05 Mei 2007 korban tidak masuk kerja karena masih trauma dengan kejadian tersebut ;
• Senin 07 Mei 2007 sekitar jam 10.00 Wib, korban kembali bekerja seperti biasa dengan dihantui rasa trauma dan ketakutan ;
• Korban tidak bersedia lagi dipanggil keruangan pelaku karena takut terulang ;
• Seluruh staff dan pelaku siap-siap akan pergi sermon, dan korban diminta pelaku tinggal menjaga kantor ;
• Sebelum berangkat pelaku memanggil korban keruangannya tapi korban udah takut dan hanya menjawab dari jauh sambil membuka jendela lebar-lebar ;

• Pelaku memberi koran agar diklipping oleh korban. Koran dibawa oleh korban keruangannya dan mulai mengklipping koran ;
• Pelaku hendak berangkat sermon lewat ruangan korban dan menyuruh korban untuk menutup pintu tapi korban menolak dan meminta pelaku saja yang menutup pintu ;
• Karena pelaku marah dan memaksa agar korban yang menutup pintu, akhirnya korban berdiri kearah pintu untuk menutup ;
• Setelah korban mendekati pintu, tiba-tiba pelaku berusaha menutup pintu dan kembali memeluk korban dengan kuat sampai korban sesak nafas seraya membabi buta menciumi pipi sambil berusaha mencium bibir namun tidak berhasil sambil berkata “mana bibirmu” namun tidak berhasil ;
• KOrban berusaha keras meronta sambil menangis dengan menumbuk dada pelaku sambil berkata “jangan pak, tolong pak” namun korban tidak perduli ;
• KOrban berhasil keluar dari pelukan korban dan terduduk di lantai sambil menangis sementara pelaku langsung keluar untuk berangkat sermon ;

Akibat yang dialami korban
• Fisik : –
• Psikis :
– Ketakutan
– Trauma
– Depresi
– Tidak percaya diri
– Malu

Terhadap keluarga :
– Kehilangan kepercayaan terhadap pendeta dan institusi gereja
– Khusus terhadap anak korban : sejak kejadian jadi malas kegereja karena merasa tidak ada gunanya ;

Upaya yang sudah dilakukan
• Untuk kebutuhan korban :
• – Penguatan dan pemulihan psikologis korban dengan menghadirkan konselor kerumah : konseling masih berlanjut hingga saat ini
• – Memberikan buku-buku pendukung
• – Penguatan anggota keluarga yang lain seperti suami dan anak ;

Upaya penyelesaian
• Setelah kejadian meminta salah seorang pendeta tertua di distrik untuk membantu membicarakan hal tersebut, namun tidak ada jalan keluar dengan alasan pelaku tidak mengakui ;
• Korban dan suaminya telah menyurati berbagai pihak yang berkompeten di HKBP antara lain : Ephorus HKBP, Sekjend HKBP, Kepala Departemen, Ketua Rapat Pendeta, Sinode Distrik, para pendeta di Distrik X Medan Aceh tertanggal 18 Mei 2007 namun tidak mendapatkan respon ;
• Pada tanggal 28 Mei 2007 korban meminta bantuan hukum kepada Lembaga Penguatan Anak dan Perempuan [LETARE] dan secara resmi memberikan kuasa pada tanggal 29 Mei 2007 ;
• Praeses Distrik X Medan Aceh mengirimkan surat panggilan kepada korban untuk melakukan klarifikasi atas surat tertanggal 18 Mei 2007 namun korban tidak menghadiri dengan alasan bahwa yang bersangkutan tidak dapat meminta klarifikasi karena yang bersangkutan menjadi objek yang diadukan dalam surat
[dijawab lewat surat oleh Kuasa Hukum]
• KUasa hukum kembali menyurati pimpinan HKBP dan pihak-pihak lainnya tertanggal 31 Mei 2007 untuk mempertanyakan tindak lanjut pengaduan korban, namun hingga kini tidak ada respon ;
• Korban didampingi oleh kuasa hukum membuat pengaduan di Poltabes Medan tertanggal 06 Juni 2007 dengan sesuai dengan STPL No.Pol : LP/2017/VI/2007/ TABES dan kini dalam proses persiapan pemanggilan saksi-saksi

Catatan penting
• Perjuangan korban murni untuk menuntut keadilan atas harkat dan martabatnya sebagai perempuan yang sudah dilecehkan, dan tidak ada motif lain diluar tersebut.
• Untuk adanya perbaikan ditubuh gereja HKBP agar lebih memberikan
perlindungan kepada perempuan karena bukan tidak mungkin telah banyak yang
menjadi korban namun tidak berani bersuara untuk menuntut karena malu
dan trauma
• Gereja mampu bersikap tegas dan menghukum pelaku karena
selama ini
banyak pelaku malah dilindungi oleh pimpinan gereja ;
• Gereja dikembalikan kepada tugas panggilannya untuk menyatakan
kebenaran dan keadilan dimuka bumi ;

Iklan

10 Tanggapan

  1. wah bro…jaman edan…. kiamat sudah dekat….
    jangankan pendeta bro, lha wong ada pak lurah koq perkosa anak SMP sampai anaknya merintih2 tetap aja nafsu setannya menguasainya. video lengkapnya bisa dilihat di klik disini

  2. itulah makanya orang batak kristen kelakuan nya bejat, pendetanya aja bejat kok. iyalah soalnya hkbp juga mementingkan pengabaran injil berbalut kebudayaan kok, makanya kebatakannya yang menonjol, bukan keimanan yang nyata dalam sikap tingkah laku yang kristiani. orang batak ke gereja juga bukan untuk mendengar firman dan mencari Tuhan kok, tapi untuk ketemu tondongnya. tulangnya lah, ito nya lah, bapa tuanya lah.

    saya juga batak dan kristen, terus terang, saya muak liat kelakuan banyak orang batak yang kristen, bejat & fasik! rasanya celaan “udah batak kristen pula!” itu memang pantas kok. kebencian masyarakat non batak terhadap orang batak kristen memang wajar kok! ya karena banyak orang batak kristen kelakuaannya bejat. sialnya banyak orang batak yang berdalih, kita (orang batak) dibenci karena iman kita yang kristiani. bullshit! orang batak kristiani banyak dibenci bukan karena iman kristennya tuh! tapi karena sikap dan kelakuannya yang bejat! jadi inget ayat “oleh karena kelakuanmulah nama Allah dihujat!”

  3. Betul bgt yg dikatakan umbara… Ini emang zaman edan.. Ak jga pnya vidio guru SMA memperkosa muridnya(klik disini)

  4. wah pendetanya cabul bener bang, dah ga usah jadi pendeta aja, pendeta emang begitu..pengen enaknya aja. n pasti dilindungi oleh temen2 pendetanya karena mereka juga begitu. pendeta emang suka melecehkan perempuan. dah jadi agnostik aja, keluar dari kristen…

  5. Artikel di blog ini sangat bagus dan berguna bagi para pembaca. Agar lebih populer, Anda bisa mempromosikan artikel Anda di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersediaa plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com
    http://hukum-kriminal.infogue.com/kronologis_pelecehan_yang_dilakukan_oleh_pendeta

  6. pendeta EDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN…!!!

  7. e amang pendeta… dang boi songoni….waktu di STT belajar apa kau? beraninya memperkosa wanita (calon pendeta pula), coba tuh Injilin FPI di petamburan, berani ga? amang oi amang…. Bertobatlah, Kerajaan Allah sudah dekat

  8. waah,…ksus yg heboh jg y,…kya’nya perlu niey dibahas lebih luas,.. ternyata para kaum biarawan jg terlanda kasus seperti niy,..
    Dari pengalaman sperti niey,.. moga org tua ato pihak keluarga yg ingin menyekolahkan anaknya k skolah penginjil spertinya hrus berpikir ulang, apa benar skolah sperti niy penting (yg nota bene : banyak skolah sperti yg hanya mengajarkan anak didiknya sbgai pencela, penghasut, pembohong dlm pergaulannya di masyarkat) bkan memberikan jln bagi anak didiknya, —sbg seorang manusia– yg memiliki hak untuk mencari kebenaran. Bagi korban, moga diberi ketabahan dan kesabaran atas ujian yg menimpa. Dan bgi pelaku, mbook yaaa,, yg jujur,.. pendeta koq pendusta, msih mending bosss,… qt org awam yg sdg blajar menjadi jujur,.. daripada looee yg notabene pendeta / kaum agamawan,… mbok ya sadaaarr,,,, eling oooo karo sing Kuoso,.. jarene agamamu bener,.. lha koq kmu jadi gituu,…????

  9. wah klo crita ni mmg beneran, gmn dong jadinye nasib pengikutnye, mendingan yang pelakunya org biasa aja.

  10. WAH….. PENDETANYA PANTESNYA DI SUNAT SAMPAI KE PANGKAL……HE…HE… BIAR NGGAK TERULANG LAGI….!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: