Gus Dur Dikerdilkan Seperti Mega di Zaman Orba

JAKARTA, JUMAT – Keluarnya Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan HAM
(MenkumHAM), tentang pengesahan Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Lukman Edy sebagai Sekjen, Kamis
(24/7), dianggap sebagai rekayasa politik untuk mengerdilkan KH
Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Anggapan itu disampaikan putri Gus Dur, Yenny Wahid, Jumat (25/7).
Yenny mengatakan bahwa Gus Dur sekarang dipinggirkan seperti rezim
Orde Baru dulu meminggirkan Ketua Umum PDIP Perjuangan yang juga putri
Bung Karno, Megawati Soekarnoputri. “Ini sama persis dengan apa yang
dilakukan Orba terhadap Mbak Mega. Ada upaya melakukan kooptasi
terhadap PKB dengan cara menyingkirkan Gus Dur. Dan mereka sudah
berhasil dengan keluarnya putusan SK MenkumHAM,” ujar Yenny dalam
keterangannya kepada wartawan di kantor DPP PKB Kalibata, Jakarta,
Jumat (25/7) sore.

Yenny menjelaskan, pangkal permasalahan internal yang mendera PKB
adalah PKB mau diambil dari tangan Gus Dur. Ia menyebut, ada
orang-orang di luar PKB yang bekerja sama dengan oknum di dalam PKB
untuk mengkerdilkan peran Gus Dur.

“Gus Dur selalu dilewati, tidak pernah dimintai izin. Ngangkat menteri
nggak pernah dimintai konsultasi. Seolah Gus Dur bukan Ketua Umum
Dewan Syuro. PKB itu yang berinvestasi, yang menanamkan tenaga,
keringat, biaya, itu Gus Dur, bukan Yenny atau Muhaimin. Jadi yang
berhak menentukan ke arah mana PKB harus berjalan ya Gus Dur, jangan
kemudian Gus Dur selalu dilewati,” jelas Yenny.

Yenny menegaskan, kalau nanti PKB tampil di Pemilu 2009 tanpa Gus Dur,
ia memastikan perolehan suara PKB akan anjlok. “Kalau misalnya Gus Dur
tak terlibat di PKB, otomatis suara PKB akan turun. Itu sudah pasti.
Karena orang milih PKB itu bukan karena Yenny atau Muhaimin. Tapi
karena Gus Dur,” ucap dia.

Lalu, mengapa Gus Dur harus dikerdilkan perannya? Yenny beralasan itu
terkait dengan agenda Pilpres 2009. Ia mengatakan, yang punya
kepentingan dengan agenda apolitik 2009, siapapun harus berhitung
dengan Gus Dur. “Bagaimanapun kan banyak orang berkepentingan di PKB,
termasuk di Pilpres nanti. Selama masih ada Gus Dur di situ, yah
dianggap penghalang,” jelas Direktur The Wahid Institute ini.

Terkait kabar pertemuan yang dilakukan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali
dengan Gus Dur, Rabu (23/7), Yenny menganggap hanya pertemuan biasa.
Tidak ada sesuatu yang khusus. Apalagi ada wacana Gus Dur akan
mendukung PPP. “Gus Dur itu tempatnya di PKB,” ujarnya. (Persda
Network/had)

Sumber : Persda Network

http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 07/25/21565263/ gus.dur.dikerdil kan.seperti. mega.di.zaman. orba

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: