Pejabat Vatikan Temui Pemimpin Muslim

Wednesday, Mar. 5, 2008 Posted: 6:37:20AM PST

Perwakilan Muslim berada di Roma minggu ini menghadiri pertemuan dua hari dengan pejabat Vatikan yang diharapkan menjadi tonggak bersejarah dalam pertemuan Katolik-Muslim.

Pembicaraan yang dimulai Selasa lalu itu dihadiri lima tokoh Muslim dan lima perwakilan Vatikan untuk mendiskusikan rencana pertemuan yang lebih besar pada tahun ini, yang diharapkan dapat dihadiri Paus Benediktus.

“Kita harus membawa dialog ini ke masa terkini mengikuti keberhasilan kepausan Yohanes Paulus II,” kata Yahya Sergio Yahe Pallavicini, wakil presiden Komunitas Agama Islam Italia.

Hubungan Katolik-Muslim mengalami hambatan pada 2006 saat Paus Benediktus mengeluarkan pernyataan yang tidak populer di Regensburg, Jerman, yang menimbulkan penghinaan besar bagi umat Muslim, yang menerjemahkan kotbah itu bermakna bahwa Islam adalah agama yang keras dan tidak rasional. Meskipun Paus itu kemudian meminta maaf atas ucapannya yang telah menyinggung, ia tidak mengeluarkan permintaan maaf penuh.

Saat mengunjungi Mesjid Biru di Turki, Paus menyerahkan sebuah cabang zaitun kepada Imam kepala yang berada dibawah naungan Mekah. Pada 2007, 138 cendekiawan Muslim menulis sebuah surat kepada Paus dan tokoh Kristiani lain yang menyebutkan perdamaian dunia ditentukan dengan dengan perdamaian kedua komunitas itu.

Dalam pernyataan bejudul “A Common Word Between Us and You” itu, para tokoh Muslim menambahkan, “Masa depan kita bersama berada dalam taruhan. Keberhasilan dunia untuk bertahan saja mungkin berada dalam taruhan.”

“Sekarang diperlukan dialog yang lebih dalam mengenai doktrin, teologi dan karakter agama-agama di dunia saat ini dan tantangan yang kita hadapi,” kata Pallavicini.

“Bersama-sama dengan Paus, kita harus mencoba, menapaki jalan dialog mengenai isu-isu yang dihadapi kemanusiaan saat ini,” katanya.

Pallavicini mengharapkan terorisme menjadi agenda penting saat pertemuan yang lebih besar diadakan yang kemungkinan di Vatikan sebelum musim panas atau di kediaman musim panas Paus di selatan Roma pada bulan Agustus.

“Terorisme adalah satu hal yang harus didiskusikan,” katanya. “Semua tokoh agama harus memperbaharui pesan perdamaian dalam iman mereka. Maka akan lebih mudah untuk mengisolasi ekstrimis dan menghindari penyalahgunaan agama.”

Diantara pejabat Vatikan yang bergabung dalam pembicaraan Selasa lalu adalah Kardinal Jean-Louis Tauran, kepala KOnsili Vatikan untuk Dialog Antaragama, kepala Institut Kepausan untuk Studi Arab dan Islam di Roma dan seorang profesor dari Universitas Gregorian di Roma.

Maria Mackay
Koresponden Kristiani Pos

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: