Ideologi Bangsa :Mahasiswa Tak Minati Pancasila


Ideologi Bangsa :Mahasiswa Tak Minati Pancasila
Untuk lengkapnya bisa dilihat di
http://www.kompas. com/kompascetak/ read.php? cnt=.xml. 2008.03.04. 02121113

Survey ini diadakan di UI, ITB, UGM, UNAIR, UniBraw, dimana perguruan tinggi ini dipilih sebagai gerakan politik di Indonesia.
Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari survey ini:
1. Generasi yang lahir tahun 80an mengalami masa krisis kepercayaan parah akibat kinerja partai politik dan khususnya pemerintah dalam mengelola negara. Mereka mengalami masa krisis ekonomi yang berat di tahun 97-98 di masa remaja mereka.
2. 80 % responden memilih syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara.
3. Sutiyoso melihat sikap alergi sebagian (besar) responden terhadap Pancasila bisa memicu disintegrasi bangsa.
TInggal mana yang lebih kuat (dan berpengaruh) membela Pancasila atau memilih syariah.

Melihat kekecewaan diatas terutama karena hukum tidak ditegakkan maka solusi ‘gampang’nya pake aturan agama yang diperlakukan ketat. Menurut saya ini juga karena minimnya sosialisasi tentang nilai-nilai luhur Pancasila membuat mahasiswa kehilangan kepercayaan pada partai nasionalis. Program normalisasi kampus sungguh berhasil dalam hal ini, tidak perlu memikirkan negara dan terlibat dalam politik. Sementara dengan SDM yang terbatas pun parpol2 fokus pada Pemilu2 dan tidak pada pembinaan kader-kadernya. Ormas2 yang adapun banyak yang mengalami krisis kepemimpinan.

Saya melihat perlunya sosialisasi kembali tentang nilai-nilai Pancasila melalui media dan sarana tatap muka, disertai pemahaman dasar tentang kebijakan publik. Belajar dari sejarah peradaban manusia, khususnya eropa di abad pertengahan; Jelas bahwa ideologi negara-agama dimana saat itu kekuasaan agama (gereja) dan raja tercampur aduk. Sejarah membuktikan bahwa hal tsb bukan pilihan yang ideal. Disisi lain negara-negara yang berbasis agama pun sampai saat ini belum menunjukkan keberhasilannya dalam menata kondisi politik ekonominya.

Semoga survey ini kembali membuat kita tidak berhenti berdoa, tapi juga disertai usaha keras dalam berkarya nyata di bidang politik sosial dan kemasyarakatan. Itu kalau memang kita masih ‘concern’ dengan Pancasila sebagai ideologi negara. Dua puluh tahun lagi, para mahasiswa ini lah yang mengendalikan jalannya negara.
What do you think?