Pastor: Valentine’s Day Legenda Romantika Bukan Ajaran Kristiani

Tuesday, Feb. 12, 2008 Posted: 6:52:04AM PST

Seorang tokoh agama menegaskan bahwa Valentine’s Day adalah sebuah legenda kisah romantika, bukan dogma atau ajaran agama. Jadi Valentine’s Day dirayakan bukan sebagai suatu kewajiban agama.

“Agama tidak pernah mengajarkan setiap orang untuk ber-Valentine’s Day. Karena, memang bukan merupakan suatu keharusan. Dan tidak dipaksakan bagi mereka yang tidak suka merayakannya,” kata tokoh Katolik Sulawesi Utara, Pastor Fred Tawaluyan,Senin lalu, menurut Harian Komentar.

Namun menurutnya, nilai moral, etis atau psikologis cukup mempunyai arti yang mendalam. Di mana, nilai yang terkandung dalam Valentine’s Day, terlebih menyangkut kisah kasih sayang, dan cinta kasih yaitu ungkapan kasih antara dua orang yang berlawanan jenis.

Tapi pada tingkatnya yang lebih tinggi menjadi cinta sejati. Nilai cinta dalam Valentine’s Day rupanya tidak sama, karena akhir-akhir ini ungkapan dan perayaan ini dinyatakan lebih sebagai bentuk rasa persahabatan yang romantis. Hal ini dinyatakan dengan hadiah tanda persahabatan tersebut.

Setiap agama atas cara dan bentuknya mengajarkan dan mewajibkan hukum cinta kasih, tapi tak pernah mewajibkan Valentine’s Day. Di mana, bentuk cinta kasih itu tentu ada batas-batasnya, yaitu kepada sahabat, orang tua, anak-anak. “Tapi, ungkapan ini di kalangan anak muda terkadang sudah melampaui batas etika, moral,” katanya.

Menurutnya, setiap budaya menekankan kasih sayang, perhatian dan persahabatan sejati, tapi tak semua mengenal Valentine’s Day. “Tak menjalankan Valentine’s day tidak membuat seseorang bersalah, berdosa, tapi agama mengajarkan kalau tidak menjalankan cinta kasih, maka kita akan berdosa. Di situlah letak perbedaanya,” ucapnya.

Dalam ajaran umat Kristiani, menurut dia semua umat diajarkan untuk mengasihi sesama manusia terlebih mengasihi Tuhan Yesus seperti mengasihi diri sendiri. Karena itulah tidak ada salahnya jika masyarakat atau umat Tuhan merayakan hari kasih sayang, karena kita sendiri diajarkan untuk saling mengasihi.

Maria F.
Reporter Kristiani Pos

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: