Tempo Minta Maaf Soal Cover Soeharto

Sampul majalah mirip lukisan perjamuan terakhir
Tempo Minta Maaf Soal Cover Soeharto


Cover Majalah Tempo edisi 4-10 Februari mengundang kecaman sejumlah umat Nasrani. Akibatnya, majalah tersebut langsung meminta maaf. Permintaan maaf disampaikan langsung Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Toriq Hadad sebagaimana dilansir tempointeraktif, kemarin (05/02). 
Seperti diketahui, dalam edisi no 50/XXXVI/04 – 10 Februari 2008, majalah Tempo memuat laporan khusus mengenai me-ninggalnya mantan Presiden Soeharto. Pada sampul depan dengan judul laporan utama ‘’Setelah Dia Pergi itu’’, digam-barkan Soeharto duduk di sebuah meja dikelilingi anak-anaknya. 
Ilustrasi posisi duduk ke-luarga Cendana ini mirip de-ngan lukisan Perjamuan Ter-akhir karya Leonardo da Vinci, yaitu ketika Yesus Kristus du-duk dikelilingi murid-muridnya menjelang penyaliban. Menu-rut Toriq, sama sekali tidak ada niat melecehkan agama dengan ilustrasi tersebut. “Kami mem-buat gambar itu sebagai inter-pretasi atas lukisan Da Vinci, bu-kan mengilustrasikan kejadian di Kitab Suci,” kata Toriq.
Dia menegaskan, sama se-kali tidak bermaksud mele-cehkan atau merendahkan agama mana pun. “Untuk se-gala hal yang tidak berkenan sehubungan dengan pemua-tan sampul tersebut, saya atas nama institusi Tempo meminta maaf,” kata Toriq.
Redaksi majalah Tempo me-nerima berbagai pernyataan keberatan atas pemuatan sam-pul itu. Keberatan dikirimkan melalui email, telepon, mau pun dialog dengan tim redaksi. Delegasi Pemuda Katolik, Per-himpunan Mahasiswa Katolik Indonesia adalah salah satu dari organisasi yang bertemu redaksi majalah Tempo dan menyatakan keberatannya. 
Sementara Ketua Forum Komunikasi Alumni Maha-siswa Katolik Republik Indo-nesia, Hermawi Taslim menga-takan, persoalan tersebut akan selesai jika pihak Tempo konsisten terhadap janjinya. “Persoalan ini kami anggap selesai, kalau Tempo meme-nuhi komitmen,” kata Herma-wi. Politisi PKB ini menutur-kan, dalam dialog selama 1 jam, Tempo berkomitmen un-tuk mengklarifikasi dan me-minta maaf dan berjanji un-tuk tidak mengulangi lagi. Hermawi juga mengatakan, pihaknya tidak meminta ganti rugi kepada MBM Tempo.
“Maaf sudah cukup. Tidak ada ganti rugi dan teman-te-man akan ke daerah untuk men-jelaskan duduk persoalannya, agar tidak terjadi gejolak,” ucap Hermawi.(tmp/dtc)
(Harian Komentar,  6 Februari 2008)

Iklan

3 Tanggapan

  1. Banyak kasus seperti ini terjadi. Mungkin kita masih ingat kasus seperti cover kaset Iwan Fals dan kasus Dewa.
    Ini masalah sensitif Bung !

  2. Bung ini memang sensitif !
    Hati-hatilah…

  3. Tempo kebablasan kali ya… Syukurlah kalo udah beres baek-baek…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: