Di Malaysia, Kata ALLAH Dilarang Digunakan Agama Lain

Di Malaysia, penggunaan kata ALLAH dilarang digunakan oleh umat beragama lain (kristiani) (Baca sumber yang saya kutip di bawah ini). Kata Allah adalah milik khas Islam karena berasal dari bahasa Arab. Apakah Orang Arab atau Islam tidak menggunakan bahasa lain dalam hidup kesehariannya? Apakah klaim kata ALLAH itu milik sendiri menunjukkan pikiran sempit? Saya pikir masalah bahasa saja yang seyogiyanya masalah kecil, tapi bisa menjadi masalah besar dalam kehidupan bersama. Syukurlah di Indonesia, penggunaan kata Allah tidak ekslusif milik Islam saja, tetapi boleh digunakan oleh umat beragama lain. (Pormadi)

 “Only Muslims can use [the word] Allah. It’s a Muslim word. It’s from the Arabic language. We cannot let other religions use it because it will confuse people,” deputy minister for internal security Johari Baharum told the press in explaining the rationale for the controversial decision. “We cannot allow this use of ‘Allah’ in non-Muslim publications; nobody except Muslims [can use it]. The word ‘Allah’ is published by the Catholics. It’s not right,” he said. (http://www.atimes.com/atimes/Southeast_Asia/JA10Ae02.html)
 

Iklan

46 Tanggapan

  1. lah? kan Allah itu udah di (ceritanya) sembah dari zaman sebelom Islam ada. jadi apa salah klo agama lain masih memasukkan kata2 Allah dalam kitab suci ato agama mereka?

  2. Saya malah berharap semua agama menyebut Allah sebagai nama Tuhan mereka

  3. cukup aneh, bahkan bisa jadi suatu saat akan timbul anggapan bahwa Tuhan hanyalah milik golongan tertentu saja.
    who knows?

  4. aha, dan bahkan nama Tuhan pun bisa dimonopoli 🙂

    *buka-buka buku sejarah agama lagi*

  5. Zaman sebelum Islam itu apa? Islam itu di dunia dibawakan oleh Nabi Adam sebagai yang pertama dan Nabi Muhammad sebagai nabi/rasul terakhir?

    Sejak kapan nama “Allah” ada dalam Bible?

    Mengapa perlu pake nama “Allah”? Selama ini kan cukup kalian nyebut “Tuhan Bapa”?

    Sebaiknya pikir pake otak, bukan dengkul!

    Maka itu orang Indonesia akidahnya banyak yang amburadul. Katanya semua agama sama kerna menyembah tuhan yang satu. Kalau semua agama sama, ya ngapain repot2 ada banyak agama?

  6. Komentar ini cuman ditujukan untuk Roy Marten palsu:
    sepertinya Anda yang berpikir pake dengkul. belaga punya otak lagi! dasar gatau diri.

    1. emang apa buktinya ADAM agamanya islam? dari semua nabi, cuman muhammad yang agamanya islam. sisanya gak. orang yahudi bahkan lebih BERHAK untuk mengatakan bahwa semua nabi-nabi itu beragama yahudi (kecuali muhammad). jadi tolong pelajaran sejarah anda dibenerin.

    semua nabi di islam diakui oleh agama yahudi dan kristen kecuali muhammad. semua nabi di islam diakui agama yahudi kecuali muhammad dan isa. so what? is there any problem? itu semua sejarah mas.. dan itu gak berarti suatu agama jadi salah dan benar. agama itu IMAN dan bukan TOKOH. elu mo mengklaim tokoh? gak belajar sejarah sih. makanya mikirnya pake otak ya mas.

    2. allah itu sebuah kata yang bukan milik agama apapun. itu milik bahasa arab tapi bukan milik agama yang majority di arab. dan gua yakin bahasa arab udah ada sebelum agama islam ada. dan gua yakin kata “allah” itu udah ada sebelum agama islam ada. sejak kapan nama “allah” ada di bible? ada kok, lo gak pernah liat bible bahasa arab? huruf arab semua tuh isinya! lalu lo mo apa? lo mo mengklaim bahwa BAHASA arab itu punya agama islam? ckckckckck..

    3. jangan belaga ngerti apa arti Tuhan Bapa deh. kaya elu ngerti aja apa artinya Bapa dan Anak.. kalo lo gak ngerti, lo gak usah belaga nge-judge! lo pelajari dulu ampe bener baru lo ngomong! cuman denger dari orang-orang aja lo belaga ngejudge. gua gak pernah ngejudge apapun di agama lo karena gua yakin pengertian kita emang beda dan agama gua buat gua dan agama lo ya buat lo. jadi jangan lo pake peraturan lo buat ngejudge agama gua dan juga sebaliknya! kalo lo dah belajar apa arti trinitas, baru lo boleh ngomong! selama lo nggak ngerti, mending gak usah cari ribut deh! kaya lo dah bener aja ngejalanin ajaran agama lo. ngejalanin agama sendiri aja belom becus malah sok ngejudge agama orang. makanya mikir pake otak!

    3. kenapa repot2 ada banyak? loh, lo gak ngerasa bahwa agama lo makin meramaikan bursa agama dunia? jelas-jelas agama lo baru muncul setelah agama yahudi dan kristen. dan menurut gua itu GAK MASALAH! masing-masing kan punya pengertiannya masing-masing.. ngapain lo mempermasalahkan itu? mo ada banyak agama kek, mo enggak kek. ya suka2 orang aja! ngapain lo sewot?

    kesimpulan:
    jangan mengklaim suatu budaya jadi milik agama tertentu deh! itu pemikiran sempit. bahasa arab itu ya punya arab! bukan punya agama islam. tokoh2 nabi2 itu ya milik semua agama yang mengakuinya dan bukan cuman milik satu agama tertentu!

    mo contoh lain? nih.. jilbab.. kata siapa jilbab cuman milik agama islam? makanya jangan belaga ngaku jadi roy marten! liat tuh istri lo! dia itu kristen ortodox dan dia tuh pake jilbab kalo berdoa! nah lo! dan lo liat gak cara dia berdoa gimana? dia sujud sebagaimana lo sholat! dan orang yahudi pun demikian.. mereka berdoa menghadap ke bait allah sebagaimana orang islam berdoa menghadap ke mekah. itu semua budaya.. tolong pikiran anda dibuka. dan jangan jadi tukang klaim budaya yang sebenernya bukan cuman milik Anda.

    tolong bedakan budaya dan ajaran agama.

  7. baca ini deh.. ini ditulis oleh seorang MALAYSIA yang beragama ISLAM yang dia sendiri pun tidak setuju dengan peraturan ini…

    http://thinkingaloud.blogsome.com/2007/12/31/allah-hanya-untuk-muslim/

    nah! itu tuh baru open-minded! gak kaya si roy marten palsu kampungan! sok mikir pake otak lagi..

  8. nih gua tambahin! yang ini lebih oke lagi.. ini malah pembahasan yang ISLAM bangettt.. ampe bawa-bawa prinsip dasar islam segala.. tapi kayanya gak sependapat ama si roy marten palsu kampungan ini..

    http://hanifiyah.multiply.com/journal/item/366

    baca aja deh.. baru lo mikir.. kayanya lo mendingan gausah mikir daripada dengkul lo yang jalan.

  9. ASS.Allah itu tuhan untuk semuah makluk di seluruh alam…

  10. 1. wah cukup menarik bahasannya…..:) aku cuman mo nyumbang pemikiran aku aja…emang kata Allah sudah ada sebelum Nabi Muhammad SAW di lahirkan/diangkat jadi nabi (salah satu buktinya Bapak Nabi Muhammad SAW bernama Abdullah), bahkan saya pernah baca sejarah Nabi : bahwa Allah termasuk nama salah satu Arca yang ada di ka’bah ( buku Sejarah Hidup Muhammad karya Muhammad Husain Haekal)….so kata Allah bukan milik umat muslim aja
    2. menanggapi istrinya roy martin tentang agama islam : klo menurut Al-Qur’an semua Nabi dan Rasul mulai nabi Adam AS sampe nabi Muhammad SAW itu agamanya Islam ( buktinya meraka beriman pada Allah SWT yang Esa) dan menjalankan wahyu yang di amanahkan. dan masih banyak lagi disebutkan di Al-Qur’an (maap kemampuanku terbatas:)
    3. pendapat saya kata Allah memang bukan monopoli umat muslim, tapi klo Allah SWT (di indonesia kan ada singkatan kayak gitu) itu pasti mengacu pada Tuhannya umat Muslim, saya nggak/belum pernah tahu umat agama lain menggunakan kata itu. Asalkan jangan menggunakan kata yang sakral tersebut untuk mempengaruhi/menghancurkan umat agama tertentu……Peace aja lagi.
    4. di Al qur’an ada ayat yang artinya kurang lebihnya kayak gini “Bagimu agamamu bagiku agamaku” ya udah itu aja yang dijadikan dasar, yang penting kita jalani keyakinan kita masing2 dengan lurus dan benar aja…wong masalah agama (baca:keyakinan) itu urusan Allah SWT (bahkan Nabi Muhammad SAW tidak bisa meng-islamkan pamannya).
    5. Jika apa yang saya tulis disini benar maka itu dari Allah SWT jika salah maka dari diri saya sendiri

  11. Bulan Desember 2007 dunia dikejutkan keputusan Pemerintah Malaysia yang tidak memperpanjang izin terbit ‘The Herald,’ berita mingguan gereja Katolik, alasannya ‘The Herald’ menggunakan nama ‘Allah’ untuk menyebut Tuhan dan nama itu dianggap nama tuhannya agama Islam. Pada akhir Desember izin itu kemudian diberikan, namun penggunaan nama Allah tetap dilarang. Fanatisme kepemilikan nama ‘Allah’ juga pernah dilontarkan sekelompok kecil masyarakat di Indonesia namun karena tokoh-tokoh muslim menyadari bahwa klaim itu tidak berdasar maka kemudian dilupakan.

    Sungguh menarik untuk dicermati, karena akhir-akhir ini, lagu ‘Rasa Sayange, Angklung, bahkan Reog Ponorogo’ dianggap milik Malaysia, dan kini nama ‘Allah’ bahasa Arab di klaim pula sebagai milik kelompok tertentu orang Malaysia yang beragama Islam, padahal orang Arab sendiri yang memiliki bahasa itu dan beragama Islam tidak mempersoalkannya dan nama ‘Allah’ bersama digunakan baik oleh orang berbahasa Arab yang beragama Yahudi, Kristen, maupun Islam. Injil pertama dalam bahasa Melayu (Corneliz Ruyl, 1629) sudah menulis nama ‘Allah’ didalamnya empat abad yang lalu.

    Nama ‘Allah’ adalah nama untuk menyebut Tuhan semitik dalam bahasa Arab, dan nama ini sudah disebut jauh sebelum agama Islam hadir di abad-VII, sedini kehadiran bahasa Arab. Agama Semitik (Yahudi, Kristen, Islam) berasal dari rumpun keturunan Sem. Arphaksad adalah putra Sem yang menurunkan bangsa Ibrani (dikaitkan nama Eber cucu Arphaksad), dan Aram putra Sem menurunkan bangsa Aram dan Arab. Dalam hal bahasa, Aram lebih dahulu mengembangkan bahasanya dan nenek moyang bangsa Ibrani mengembangkan bahasa Ibrani dengan berakulturisasi dengan bahasa Kanani dan Amorit dan menggunakan abjad Kanani kuno (Funisia) yang kemudian berkembang dalam bentuk bulat karena pengaruh bahasa Aram.

    Abraham berasal dari Mesopotamia dan berbahasa Aram, setelah hijrah ke Palestina, Ishak anaknya mengawini iparnya Ribka, saudara Laban yang tinggal di Mesopotamia, Laban dicatat Alkitab sebagai orang Aram berbahasa Aram (Kejadian 31:20,47). Yakub, putra Ishak dan Ribka, mengawini Lea dan Rachel anak-anak Laban yang berbahasa Aram juga. Jadi orang Israel (keturunan Yakub) mengikuti bahasa Aram bahasa nenek dan ibu mereka. Alkitab menyebut orang Israel adalah keturunan Aram (Kejadian 25:5).

    Ensiklopedia Islam (Cyrill Glasse, hlm.49-50) menyebut bangsa Arab adalah masyarakat Semit keturunan Quathan (Joktan, anak Eber) dan juga Adnan (hlm.12-13) yang menurunkan keturunan Ismael (putra Abraham), jadi bangsa Arab merupakan keturunan Semitik, Ibranik dan Abrahamik juga. Bahasa Arab berasal bahasa kuno Aram dan aksaranya merupakan perkembangan dari aksara Nabatea Aram.

    Nama Tuhan ‘El’ (Il) sudah lama dikenal di Mesopotamia, dan dalam dialek Aram nama itu disebut ‘Elah/Elaha (atau Alah/Alaha),’ di Israel disebut ‘El/Elohim/Eloah,’ dan dalam bahasa Arab disebut ‘Ilah/Allah.’ Kata sandang difinitif dalam bahasa Aram adalah ‘Ha’ yang diletakkan di belakang kata, dalam bahasa Ibrani diletakkan di depan (Ha Elohim), sedangkan dalam bahasa Arab kata sandang ditulis ‘Al’ diletakkan di depan (Al-Ilah). Jadi baik El/Elohim/Eloah, Elah/Elaha, dan Ilah/Allah menunjuk kepada Tuhan Monotheisme Abraham yang sama, baik sebagai nama pribadi maupun sebutan untuk ketuhanan.

    Di Israel, nama ‘El/Elohim’ adalah nama Tuhan sebelum nama ‘Yahweh’ diperkenalkan kepada Musa (Keluaran 6:1-2), itulah sebabnya sebelum Keluaran tidak ada nama orang yang diberi identitas nama ‘Yahweh’ (seperti Eli’yah’) tetapi nama ‘El’ (a.l. Metusael, Ismael, Israel), dan sekalipun nama Yahweh sudah diperkenalkan, nama El tetap digunakan sebagai nama diri Tuhan. ‘El, elohe Yisrael’ (Kejadian 33:20;46:3) disetarakan dengan ‘Yahweh, elohe Yisrael’ (Keluaran 32:27; Yoshua 8:30). Dalam Perjanjian Lama, nama Elah/Elaha sudah ada dan ditulis pada abad-VI sM dalam kitab Esra yang ditulis dalam bahasa Aram dengan aksara Ibrani ‘Elah Yisrael’ (Allah Israel, 5:1; 6:14). Dalam Alkitab Aram Siria (Peshita) digunakan nama Elah/Elaha juga.

    Setelah berkembangnya bahasa Arab, nama itu menjadi Ilah/Allah, dan orang-orang Yahudi yang berbahasa Arab dan orang Arab yang mengikuti kepercayaan Yahudi juga menggunakan nama Allah itu. Pada jemaat Kristen pertama sudah ada orang Arab yang percaya dan menyebut nama Tuhan dalam bahasa mereka sendiri (Kisah 2:8-11, yang tentunya ‘Allah’), dan rasul Paulus menyebut “Hagar adalah gunung Sinai di tanah Arab’ yang melahirkan anak darah daging Abraham (Galatia 4:21-31).

    Pada masa jahiliah pra-Islam, sebutan ‘Allah’ pernah merosot dan juga ditujukan kepada Dewa Bulan/Air (di kalangan Ibrani, nama ‘Yahweh’ dan ‘Elohim’ juga pernah merosot digunakan untuk menyebut berhala Anak Lembu Emas; Keluaran 32:1-5;1Raja 12:28), namun Arab Hanif termasuk suku Ibrahimiyah dan Ismaeliyah tetap mempertahankan nama Allah sebagai nama diri Tuhan Abraham. Bahkan sebelum kelahiran agama Islam, nama Allah digunakan dalam pengertian nama diri Tuhan. Ensiklopedia Islam menyebutkan:

    “Gagasan tentang Tuhan Yang Mahaesa yang disebut dengan nama Allah, sudah dikenal oleh bangsa Arab kuno, Ajaran Kristen dan Yudaisme dipraktekkan di seluruh jazirah.” (hlm.50).

    “Nama “Allah” telah dikenal dan dipakai sebelum Alquran diwahyukan; misalnya nama Abd. Al-Allah (hamba Allah), nama ayah Nabi Muhammad. Kata ini tidak hanya khusus bagi Islam saja, melainkan ia juga merupakan nama yang oleh umat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja Timur, digunakan untuk memanggil Tuhan.” (hlm.23)

    Dalam Al-Quran beberapa kali disebutkan bahwa nama Allah digunakan bersama oleh Umat Yahudi, Kristen dan Islam. Nabi Muhammad mengakui pada masa hidupnya sudah ada orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan nama Allah. Dalam Al-Quran tertulis:

    “(Yaitu) orang2 yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran, melainkan karena mereka mengatakan: Tuhan kami Allah, Jikalau tiadalah pertahanan Allah terhadap manusia, sebagian mereka terhadap yang lain, niscaya robohlah gereja2 pendeta dan gereja2 Nasrani dan gereja2 Yahudi dan mesjid2, di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sungguh Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (Mahmud Yunus, Tafsir Quran Karim, QS.22:40).

    Menarik untuk diketahui bahwa pada abad yang sama kelahiran agama Islam, terjemahan ‘Injil Muqqadas’ dalam bahasa Arab (643) sudah memuat nama ‘Allah.’ Pada abad sebelum Islam, inskripsi kalangan Kristen ‘Umm al-Jimmal’ menulis ‘Allahu Ghafran’ (Allah yang mengampuni) dan ‘Inskripsi Zabad’ (512) diawali ucapan ‘Bism al-ilah’ (Dengan Nama Allah, dalam kitab Esra 5:1 tertulis ‘Beshum Elah’ Yisrael dalam bahasa Aram). Satu abad sebelum ayah Nabi Muhammad lahir, dalam Konsili Efesus (431) hadir uskup Arab Haritz bernama ‘Abd Al-Allah.’

    Dalam penemuan arkaeologis tua lebih dari satu milenium sebelum kelahiran Islam ternyata ‘nama Allah’ sudah disebutkan sebagai nama diri dalam beberapa inskripsi yang ditemukan. Artikel ‘Allah Before Islam’ dalam ‘The Muslim World’ (Vol.38, 1938, hlm. 239-248) mencatat bahwa suku-suku Arab kuno ‘Lihyan’ dan ‘Thamudic’ yang bermukim di Jazirah Arab bagian Utara, meninggalkan inskripsi bertuliskan banyak nama ‘Allah’ sebagai nama diri. Pendahulu suku ‘Lihyan’ adalah suku ‘Dedan’ yang dalam Alkitab disebutkan sebagai keturunan Ketura, isteri Abraham (Kejadian 25:1-3). Kita mengetahui bahwa bahasa Arab diturunkan dari bahasa Nabatea Aram dimana nama Tuhan disebut ‘Allaha.’ Maka konsekwensinya, nama ‘Allah’ tertuju pada ‘Allah’ Abraham yang cikal-bakalnya adalah EL (el – ela – elah) atau IL (il – ila – ilah) semitik.

    Dapat dimengerti mengapa agama-agama semitik sebelum Islam di kalangan berbahasa Arab sudah lama menggunakan nama ‘Allah.’ Jadi, nama Allah bukan nama Islam tetapi nama Arab untuk menyebut Tuhan Abraham dan El/Il semitik. Kini di negara-negara Arab, baik orang Yahudi, Kristen maupun Islam yang berbahasa Arab, semuanya menggunakan nama Allah tanpa masalah. Bambang Noorsena yang fasih berbahasa Arab dan pernah belajar selama dua tahun di Kairo menyebutkan bahwa di Kairo kota lama, dipintu gereja Al Mu’alaqqah ditulis ‘Allah Mahabah’ (Allah itu kasih) dan di pintu lainnya ‘Ra’isu al-Hikmata Makhaafatu Ilah’ (Permulaan Hikmat adalah Takut kepada Allah). Sinagoga ‘Ben Ezra’ menyebut bahwa dahulu disitu Rabbi ‘Moshe ben Ma’imun’ menulis buku ‘Al Misnah’ dan ‘Dalilat el-Hairin’ dalam bahasa Ibrani dan Arab dimana ‘El/Elohim’ diterjemahkan ‘Allah.’

    Kini ada 29 juta orang berbahasa Arab yang beragama Kristen dan semuanya menyebut nama ‘Allah,’ dan di kalangan ini beredar empat versi Alkitab berbahasa Arab yang menggunakan nama ‘Allah.’ Maka dari sini jelas bahwa bagi orang-orang Arab penganut Yahudi, Kristen, dan Islam, nama Allah digunakan bersama tanpa rasa curiga sebab mereka menyadari bahwa semua mempercayai Allah Abraham yang sama, sekalipun tidak disangkal adanya perbedaan aqidah yang dipercayai oleh masing-masing mengingat ketiganya memiliki kitab suci yang berbeda. Olaf Schuman teolog Kristen yang tiga tahun mengajar dan belajar di Universitas Al Ashar, Mesir, mengemukakan bahwa:

    “Memang tidak dapat disangkal adanya suatu masalah. Namun yang menjadi masalah ialah soal dogmatika atau ‘aqidah,’ sebab tiga agama surgawi itu mempunyai faham dogmatis yang berbeda mengenai Allah yang sama, baik hakekatnya maupun pula mengenai cara pernyataannya dan tindakan-tindakannya.” (Keluar Dari Benteng Pertahanan, hlm. 175).

    Dalam terjemahan Alkitab ke bahasa Melayu, sejak awal nama Allah sudah digunakan. Daud Susilo, konsultan United Bible Societies, menulis:

    “Dalam terjemahan bahasa Melayu dan Indonesia, kata ‘Allah’ sudah digunakan terus menerus sejak terbitan Injil Matius dalam bahasa Melayu yang pertama (terjemahan Albert Corneliz Ruyl, 1629). Begitu juga dalam terjemahan Alkitab Melayu yang pertama (terjemahan Melchior Leijdekker, 1733) dan Alkitab Melayu yang kedua (terjemahan Hillebrandus Corneliz Klinkert, 1879) sampai saat ini.” (Forum Biblika, Lembaga Alkitab Indonesia, No.8/1998, hlm. 102)

    Alkitab berbahasa Melayu di Malaysia terbitan The Bible Society of Malaysia juga menggunakan nama ‘Allah.’ (Hal seperti itu dilakukan dalam penerjemahan Al-Quran ke dalam bahasa Inggeris dimana nama Arab ‘Allah’ diterjemahkan ‘God’ dalam bahasa Inggeris). Dalam Alkitab dalam bahasa Indonesia, nama ‘Allah’ tetap digunakan melanjutkan Alkitab Melayu itu, karena di Indonesia, kata ‘Allah’ sudah lama menjadi bagian kosa kata bahasa Indonesia, karena itu di Indonesia penggunaannya sebagai nama ‘Tuhan Yang Mahaesa’ agama-agama Abraham/Ibrahim adalah umum.

    Bila bangsa Arab pemilik bahasa Arab tidak mempermasalahkan penggunaan nama ‘Allah’ oleh agama-agama semitik, maka seyogyanya bangsa-bangsa non-Arab juga tidak mempermasalahkannya karena bukan bahasa mereka. Kesamaan nama ‘Allah’ yang disembah ketiga agama Semitik bisa menjadi perekat bahwa ketiganya sebenarnya bersaudara. Yang perlu disadari adalah bagaimana dalam keeksklusifan iman sesuai ajaran kitab suci masing-masing, agama bisa diamalkan dengan damai dan toleransi.

    =======================================

    allah islam = allah kristen ?

    Saudara/i ykk,

    Banyak pertanyaan diajukan mengenai ‘Apakah Allah Islam sama dengan Allah Kristen?’ dan argumentasi yang banyak dikemukakan adalah bahwa ‘Allah Islam tidak sama dengan Allah Kristen’ alasannya ‘Karena ajaran keduanya berbeda!’. Pandangan ini tercermin dalam buku Dr. Robert Morey yang beredar bahkan dianut belakangan ini di kalangan tertentu di Indonesia:

    “Islam claims that Allah is the same God who was revealed in the Bible. This logically implies in the positive sense that the concept of God set forth in the Quran will correspond in all points to the concept of God found in the Bible. This also implies in the negative sense that if the Bible and the Quran have differing views of God, then Islam’s claim is false.” (Islamic Invasion, Harvest House Publishers, 1992, h.57).

    Definisi Morley ini memiliki kelemahan dasar berfikir yang fatal yang menganggap masalah-masalah teologi (ilmu sosial) bersifat eksakta dan mencampur adukkan pengertian soal ‘identitas’ dan ‘opini’ (meta basis). Dari dasar berfikir atau asumsi ini, maka dihasilkan kesimpulan bahwa (1) Bila Allah Islam adalah Tuhan Kristen, maka secara positif konsep keduanya mengenai Tuhan harusnya sama dalam setiap butirnya, sebaliknya secara negatif disebut bahwa (2) Bila Al-Quran dan Alkitab memiliki pandangan berbeda mengenai Tuhan, maka klaim Islam adalah salah.

    Pandangan yang terlalu sederhana ini dengan mudah bisa digugurkan bila kita mengambil contoh soal ‘Suharto’ mantan presiden ORBA. Menurut definisi Morley, bila Suharto yang dimaksudkan oleh para pengikut ORBA sama dengan Suharto yang di demo mahasiswa, maka konsep keduanya mengenai Suharto akan sama dalam setiap butirnya. Faktanya sekalipun Suhartonya sama konsep keduanya berbeda. Bagi para pengikut ORBA, Suharto adalah bapak pembangunan yang membawa kesejahteraan dan mendatangkan kesatuan dan keamanan regional, padahal Suharto yang sama itu oleh para mahasiswa dianggap sebagai bapak pembangkrutan yang membawa kemiskinan karena KKN dan tiran yang membawa bangsa Indonesia kepada disintegrasi bangsa.

    Mengapa berbeda? Dan kalau berbeda apakah klaim mahasiswa mengenai Suharto salah? Di sini kita berhubungan dengan dua soal yang tidak bisa dicampur adukkan satu dengan lainnya, yaitu bahwa Suharto sebagai pribadi (oknum) dengan namanya dan konsep orang (ajaran atau aqidah) mengenai oknum yang sama itu.

    Soal yang sama terjadi dalam hubungan dengan pertanyaan mengenai apakah ‘Allah Islam sama dengan Tuhan Kristen?’. Jawabannya perlu kita lihat dari Kitab Suci Islam (Al-Quran) maupun Kristen (Al-Kitab), dan juga sejarah bangsa dan bahasa Semit.

    EL SEMIT
    Faktanya, bila kita membandingkan agama Yahudi (Alkitab Perjanjian Lama), Kristen (Alkitab Perjanjian Lama dan Baru), dan Islam (Al-Quran), kita dapat melihat bahwa ada butir-butir yang sama, namun banyak butir-butir lainnya yang tidak sama (jadi bukan semua sama atau semua tidak sama).

    Bila kita melihat Alkitab PL, kita dapat mengetahui bahwa nama Tuhan ‘El/Elohim’ adalah pencipta langit dan bumi, manusia dan segala isinya. Dan ia juga Tuhan yang menyatakan dirinya kepada Adam, Nuh, Abraham, Ishak, dan Yakub. Agama Yahudi, Kristen dan Islam mempercayai itu semua, namun mereka berbeda dalam kepercayaan akan wahyu mana yang dari El yang sama itu yang dipercayai. Agama Yahudi mempercayai wahyu yang dibukukan menjadi Alkitab Perjanjian Lama, namun sekalipun agama Kristen menerima hal ini, agama Kristen juga mengakui penggenapan dalam Tuhan Yesus Kristus yang wahyunya dibukukan dalam Perjanjian Baru padahal Yahudi menolak.

    “Katakanlah: Kami telah beriman kepada Allah dan (kitab) yang diturunkan kepada kami dan apa-apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Y’qub dan anak-anaknya, (begitu juga kepada kitab) yang diturunkan kepada Musa dan ‘Isa, dan apa-apa yang diturunkan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka, tiadalah kami perbedakan seorang juga di antara mereka itu dan kami patuh kepada Allah” (Al-Quran, Al-Baqarah, 2:136, Mahmud Yunus, Tafsir Quran Karim).

    Agama Islam, sekalipun menerima kitab yang diterima Ibrahim, Ishak, Yakub dan Isa, namun lebih menerima kitab wahyu yang diterima Muhammad dari jalur Ismael, dan menerima kitab-kitab Ibrahim, Ishak, Yakub dan Isa sejauh diterima oleh Muhammad yang dipercayai sebagai nabi, dan sekalipun menerima kitab-kitab Yahudi dan Kristen, namun karena dianggap telah dipalsukan, maka kepercayaan kepada berita Al-Kitab terbatas hanya bila hal itu dikuatkan dalam Al-Quran.

    Jadi, dari terang Alkitab (PL+PB) dan Al-Quran jelas terlihat bahwa sebagai oknum dengan namanya, Allah Islam adalah Tuhan Yahudi dan Kristen. Namun karena wahyu yang dipercayai berbeda, dengan sendirinya banyak pengajaran (aqidah)nya yang berbeda.

    Agama Yahudi, kepercayaannya hanya bergantung kepada Perjanjian Lama, akibatnya mereka memandang Tuhan ‘El’ (yang sejak Musa diberi nama juga sebagai ‘Yahweh’ (Kel.6:1-2)) sebagai Tuhan monotheisme yang transenden dengan hukum Taurat sebagai pedoman, namun agama Kristen berbeda dan menerima kenyataan bahwa El Abraham itu juga telah menyatakan diri dalam oknum Yesus dalam ke-Tritunggalannya, dan hukum kasih/Injil menjadi pedomannya.

    Islam mengikuti jalur Abraham mempercayai Tuhan ‘El’ itu yang dalam dialek Arab disebut ‘Allah’ (dari al-ilah). Dalam bahasa Ibrani kata sandang ‘the’ (‘al’ dalam dialek Arab dan ‘ha’ dalam dialek Aram-Siria namun diletakkan di belakang menjadi ‘alaha’) tidak digunakan bila menyebut Tuhan.

    Dari sejarah kita mengetahui bahwa sejak awalnya ‘El’ bisa memiliki arti umum sebagai sebutan untuk ‘Tuhan/Ketuhanan’ dan ‘Elohim’ sering digunakan dalam arti kata jamak (politheistik) dan dipakai oleh suku-suku keturunan Sem (menjadi rumpun Semit) dan karena perkembangan zaman sering merosot sehingga dimengerti dalam berbagai-bagai ajaran aqidah, namun ‘El/Il’ juga digunakan untuk menyebut ‘nama diri’ Tuhan.

    “‘Ilu, El’ sebagai sebutan untuk ketuhanan. Istilah ‘il mempunyai arti sebutan umum (generic appelative) untuk menunjuk pada ‘tuhan’ atau ‘ketuhanan’ pada tahap awal semua cabang utama rumpun bahasa Semit. Ini terlihat jelas di Semit Timur, Akadian kuno (ilu) dan dialek-dialek sesaudara dimulai zaman pra-Sargon (sebelum 2360 BC) dan berlanjut sampai akhir masa Babil. Penggunaan sebagai sebutan juga muncul di Semit Barat Laut, di Amrit (‘ilu, ‘ilum, ‘ila), di Ugarit, di Ibrani, dan umum di dialek-dialek Arab Selatan kuno, di Arab Utara digantikan dengan nama ‘ilah. ‘Ilu, El juga digunakan sebagai Nama Diri (proper name). … Di Semit Timur ada bukti kuno yang menunjukkan bahwa ‘Il’ adalah nama diri tuhan … tuhan Il (kemudian El Semit) adalah kepala ketuhanan pada rumpun Semit Mesopotamia pada masa Pra-Sargon.” (G. Johanes Botterwech, Theological Dictionary of the Old Testament, Vol.I, 242-244).

    Dari sejarah ini kita dapat melihat bahwa ‘Allah’ di kalangan bangsa dan bahasa Arab tidak lain menunjuk pada ‘El’ Semit’ yang sama, ini dijelaskan dalam buku-buku teologi Kristen maupun Ensiklopedia Islam bahwa setidaknya bangsa Arab mewarisi tiga jalur nenek moyang yang semuanya mengenal ‘El Abraham’ yaitu sebagai keturunan Sem, Yoktan (keturunan Eber), dan Adnan (keturunan Ismael anak Abraham).

    Bahwa ajaran/konsep mengenai ‘Allah’ (El) itu kemudian merosot dan makin tidak mendekati hakekat yang di’nama’kan dan ditujukan kepada pribadi lain seperti yang terjadi pada jalur Ishak (Kel.32, Anak Lembu Emas disebut ‘Elohim’ dan ‘Yahweh’) maupun jalur Ismael (masa jahiliah, dewa berhala disebut ‘Allah’), tentu tidak mengurangi hakekat nama itu sendiri sebagai menunjuk kepada ‘El’ semitik dan monotheisme Abraham. Namun, sekalipun diyakini bahwa ‘Allah’ Yahudi, Kristen dan Islam sama, tentu tidak disimpulkan bahwa Tuhan Semua Agama sama. Dalam pengertian ‘Universalisme’ (pluralisme agama) disebutkan bahwa semua agama itu menyembah Tuhan yang sama (universal) namun melalui jalan-jalan yang berbeda (partikular).

    Kita harus menyadari bahwa setidaknya ada 4 golongan agama, yaitu (1) ‘Theisme’ – Tuhan yang berpribadi (Yahudi, Kristen, Islam), (2) ‘Monisme’ – Tuhan kekuatan semesta (Hindu-Upanishad, Tao dan Kebatinan), (3) Non-Theis – Tuhan yang ‘non-exist’ (Buddhisme), dan (4) Demonisme – Tuhan Okultis (satanisme). Bisa juga dimasukkan ‘politheisme’ (Hindu-Veda) sebagai golongan ke-5.

    Sudah jelas ke-empat (atau ke-lima) bentuk Tuhan itu tidak sama, namun harus diakui bahwa Tuhan ‘Theisme’ (Yahudi, Kristen, Islam) adalah Tuhan Semitik agama samawi yang berpribadi, berfirman dan menurunkan wahyu kepada umatnya, jadi sekalipun kita menyebut Tuhan Theisme Yahudi, Kristen dan Islam menunjuk pada oknum yang sama namun sekalipun ada yang sama juga ada yang berbeda ajaran/aqidahnya, sedang Tuhan Theisme, Monisme, Non-Theisme, dan Demonisme jelas berbeda baik sebagai nama oknum maupun ajaran/aqidahnya.

    Tetapi bagaimana dengan definisi yang dicantumkan dalam kamus-kamus dalam bahasa Inggeris? Disana disebutkan bahwa “Allah … Muslim’s name for God” (a.l. Oxford Dictionary & Grollier Ensyclopedia). Kita dapat membandingkan hal ini dengan definisi yang disebutkan dalam Enyclopaedia Britannica, yang sekalipun mengakui ke-khasan nama Allah dalam penggunaannya di kalangan agama Islam sebagai salah satu artinya, dalam arti yang lain jelas memberikan pengertian yang lebih ilmiah dan lebih mengandung kebenaran:

    “Allah (Arabic:”God”), the one and only God in the religion of Islam. Etymologically, the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah, “the God.” The name’s origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El, the latter being an Old Testament synonim for Yahweh. Allah is the standard Arabic word for “God” and is used by Arab Christians as well as by Muslims.”

    Definisi yang benar ini juga disebutkan dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia dimana disebutkan bahwa: “ALLAH adalah Tuhan, pencipta alam raya termasuk segala isinya”. (Vol.I, h.270).

    Memang dalam literatur Barat termasuk dalam beberapa kamus, ada sentimen kuat anti Arab/Islam sehingga sering timbul ungkapan-ungkapan memojokkan yang tidak ilmiah seperti ucapan Morley di atas yang memberi stigmata seakan-akan nama ‘Allah’ itu nama dewa/i masa jahiliah Arab seperti Dewa Pengairan atau Dewa Bulan, namun banyak pula literatur Barat yang lebih bersifat netral dan ilmiah seperti Ensyclopaedia Britannica dan umumnya kamus-kamus teologia yang menyebut bahwa nama ‘Allah’ adalah nama dalam dialek/bahasa Arab untuk menunjuk pada ‘El’ Semitik, dan juga digunakan oleh orang Arab pra-Islam (terutama kaum Hanif yang tetap mempertahankan Allah monotheisme Abraham) maupun bangsa Arab yang menganut agama Yahudi dan Kristen:

    “Karena Islam memperbaiki agama yang dibawa Ibrahim, yakni agama fitrah, maka jahiliyah dipandang sebagai sebuah zaman sebelum kedatangan Islam, ibarat kegelapan sebelum terbit fajar. Pada zaman ini ajaran monotheisme Ibrahim telah musnah berganti dengan sitem paganisme, dan diwarnai dekadensi moral. Sejumlah berhala sesembahan didatangkan ke Makkah dari berbagai negeri di Timur Tengah. Namun tidak semua warga Arab pada saat itu menganut sistem keyakinan pagan, melainkan terdapat beberapa suku Arab memeluk agama Kristen dan Yahudi. Bahkan terdapat sejumlah pribadi yang menekuni dunia spiritual, mereka itu dinamakan ‘hunafa’ (tgl. hanif) yang mana mereka tidak memihak kepada satu di antara kedua agama tersebut, melainkan mereka bertahan pada ajaran monotheisme Ibrahim”. (Cyrill Glasse, Ensiklopedia Islam, h.190, dibawah kata al-Jahiliah).

    Kenyataan ini juga diperkuat dengan ditemukannya peninggalan arkeologis beberapa abad sebelum masa Islam abad-VII (yang secara keliru disebut dalam buku Morley bahwa Alkitab dalam bahasa Arab baru ada pada abad-IX dan menggunakan nama Allah karena dipaksa orang Islam dan bandingkan dengan buku-buku yang bertema ‘Asal bukan Allah’ yang menganggap orang Islam tidak menyukai orang Kristen menggunakan nama ‘Allah’). Suatu pengingkaran sejarah yang dihasilkan semangat Arab/Islam fobia, sebab jauh sebelum ada agama Islam nama Allah sudah digunakan bersama-sama oleh umat Yahudi Arab, Kristen Arab dan bangsa Arab pra-Islam.

    Namun, kalau ‘El’ (Ibrani) sama dengan ‘Alaha’ (Aram-Siria) dan ‘Allah’ (Arab), mengapa tidak memilih saja ‘El/Elohim’ yang merupakan bahasa aslinya?

    Tuhan dalam menyebarkan firmannya menggunakan kendaraan bahasa-bahasa. Pada zaman Ezra, Alkitab Ibrani sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Aram, dan sejak itu sampai abad ke-XIX bahasa Ibrani hanya digunakan dalam penulisan/penyalinan Kitab Suci saja. Ketika bahasa Yunani menguasai kawasan sekitar Laut Tengah, atas perintah imam besar di Yerusalem, Eliezer, Alkitab PL diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani (Septuaginta/LXX), inilah yang digunakan Yesus, para Rasul, umat Kristen dan dipakai juga di sinagoga-sinagoga. Demikian juga di hari Pentakosta, Roh Kudus sendiri mengilhami para Rasul untuk mengkotbahkan firman (termasuk nama El/Theos) ke bahasa-bahasa pendengar, dalam arti kata penerjemahan nama Tuhan ke dalam bahasa-bahasa lokal didorong oleh Roh Tuhan/Kudus sendiri.

    Berbeda dengan ‘El’ yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai ‘Theos’ dan bahasa Barat sebagai ‘God, Gott, Dieu’, maka nama ‘Allah’ (Arab) sebenarnya bukan terjemahan melainkan perkembangan dialek dalam rumpun Semit sendiri untuk menyebut El (di samping a.l. Alaha dalam bahasa Aram-Siria).

    Islam sudah masuk ke Indonesia sejak abad ke-XIII, Kristen Katolik baru masuk abad ke-XVI dan Protestan pada abad ke-XVII, ini berarti sudah tiga abad lebih dimana agama Islam dan bahasa Arab sudah merakyat di Indonesia, dan kemudian nama ‘Allah’ masuk menjadi kosa-kata bahasa Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dalam bahasa Indonesia, ada banyak kosa-kata yang berasal dari bahasa asing, yaitu bahasa Arab (1.495, termasuk kata ‘Allah’), Inggeris (1.610), dan Belanda (3.280), maka adalah tepat bila kata yang sekarang menjadi kosa-kata Indonesia itu dipakai untuk menyebut El/Elohim Perjanjian Lama dan Theos Perjanjian Baru dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia, karena kata itu bukan saja dekat tetapi termasuk keluarga serumpun Semit dengan bahasa Ibrani.

    Dari pembahasan di atas dapatlah disimpulkan jawab atas pertanyaan judul artikel ini, yaitu bahwa sebagai oknum dengan namanya “Allah Islam adalah Tuhan Kristen” atau “Allah Islam adalah Allah Kristen” pula, namun perlu disadari bahwa karena Kitab Suci yang dipercayai keduanya berbeda, maka jelas pula bahwa sekalipun ada samanya, keduanya memiliki banyak perbedaan dalam hal konsep/ajaran/aqidah.

  12. Dalam Alkitab bahasa Arab, kata Yahweh, Elochim, Adonai yang berasal dari bahasa Ibrani dan merujuk pada Tuhan, selalu diterjemahkan dengan Allah.

    Lalu ? 😉

  13. yang ginian ga penting diributin, apalah arti sebuah nama kata shakespear, nama aja jadi rebutan, bukan kah dengan begitu mereka yang mengaku monotheist secara tidak sadar mengakui kalo Tuhan itu ada banyak?

    Bener kata pyrrho kalo kata Allah itu adalah bentuk tunggal dari Elochim yang jamak.

    Toh pemberian nama itu cuma sebuah usaha manusia untuk mempresentasikan Sang serba MAHA, dalam bentuk kata.

    Kalau Muhammad lahir di jawa, mungkin malaysia bakal mengklaim “Gusti Pangeran” hanya diperuntukkan bagi penganut agama mainstream di negaranya saja…

  14. dalam alkitab bahasa indonesia, yahweh, elohim, dan adonai juga diterjemahkan jadi Allah.

    elohim itu bahasa ibrani.. allah bahasa arab.. dan mereka satu rumpun (bahasanya). lalu? cek aja di wikipedia gt2 tentang asal muasal bahasa.

    kayanya ini semua bukan masalah besar.

  15. kalau masalah adam ampe muhammad itu agamanya apa kayanya tergantung pengertian masing-masing aja deh. lagian itu juga bukan inti dari permasalahan ini.

    tapi yang pasti orang yahudi dan kristen pasti bilang semua nabinya itu agamanya ya agama yahudi karena memang begitulah yang tertulis di kitab kami. kalau pemeluk agama islam menginterpretasikan semua nabi itu agamanya islam ya gak masalah juga. nah itu dia inti dari pemahaman beragama. masing-masing punya pemahamannya sendiri.

    kalo masalah itu didasari dengan ayat2 “buktinya meraka beriman pada Allah SWT yang Esa) dan menjalankan wahyu yang di amanahkan” yaa itu bergantung pada masing-masing agama aja. tapi yang pasti gak bisa dipungkiri adalah bahwa hampir semua nabi-nabi itu orang Israel (Yahudi). jadi logis aja kalo mereka tuh agamanya ya agama yahudi. tapi kalo pandangan kita berbeda ya gpp.

    kenapa saya bilang hampir semua? ya karena adam, lot, ibrahim (abraham) gak bisa dibilang orang yahudi karena bangsa yahudi baru muncul setelah yakub. 12 anak yakub ialah suku-suku bangsa yahudi. jadi yakub, yusuf, daud, salomo (sulaiman), ayub, yesaya (ilyas?), yohanes pembaptis (yahya), isa (yesus) itu semuanya agamanya ya yahudi. itu menurut sejarah kami (yahudi dan kristen). kalo ada pendefinisian dari aspek lain ya gpp. santai aje.

  16. sori my bad. yesaya is not ilyas. ilyas in quran tuh ELIA in the bible. maap salah ketik.

  17. saya kira, lebih baik kerajaan Malaysia mengajukan paten Allah ke lembaga paten internasional.

  18. Ha…ha…ha, komentar-komentar di blog ini lucu-lucu. Kalian terlalu serius beragama rupanya. Santai aja lagi.

    Silakan teruskan berdebat soal AKU. Tapi gak pake bakar-bakaran lho ya.

  19. sebenarnya forum ini dapat memecah belah persatuan dan kesatuan umat beragama dan membuat kedamaian yang sudah kita jalin bersama bisa hilang karena perdebatan yang kontroversial..bukankah agamaku ya agamaku dan agamamu ya agamamu,,jalanilah kewajiban kita sebagai umat beragama dengan mentaati peraturan di agama masing2..Lagipula mengapa malaysia dari dulu selalu saja membuat sesuatu yang kontroversial dan banyak membuat orang marah salah satunya masyarakat indonesi..apakah ini salah satu strategi “pihak2” yang mempunyai kepentingan masing2 yang mengorbankan masyarakat luas dengan cara yang sangat tidak baik..terima kasih..sebelumnya saya mohon maaf bila ada yang tersinggung..tidak ada niatan karena saya hanya mengutarakan isi hati dengan pengetahuan saya yang sangat terbatas dan harus masih banyak belajar…

  20. KRISTIAN TIGA TUHAN.

    Benarkah kristian ada 3 Tuhan? Sebenarnya tidak. Tuhan itu Cuma satu tapi ada 3 panggilan. Ada orang mengambarkan seperti air adalah satu tetapi mempunyai 3 sifat iaitu pepejal (ais batu), cecair (air minum/mandi), gas (wap). Di sini saya lebih mengekstra dengan lebih terang akan maksud 3 Tuhan bagi kristian.

    A. Allah Bapa.
    – Allah ialah Tuhan yang sama yang di sembah oleh kristian dan Islam. Islam menyebut Allah yang esa. Dari dahulu Tuhan yang kita sembah tidak dinyatakan namanya yang sebenar dan terlalu lalu jauh untuk cuba mendekati Tuhan ini. Jalan pintas bagi orang untuk mendekatkan diri pada Allah ialah dengan membina patung agar dapat mengenal dan bertemu muka dengan muka.
    – Bagi kristen perkataan Allah Bapa menandakan hubungan rapat dan hampir sebab kristen menyebutnya Bapa.

    B. Allah Anak
    – Allah anak seperti yang kita ketahui ialah Yesus. Setiap orang individu ada sebutan namanya sendiri. Kalau bapa kamu menamakan sesuatu benda seperti pencil, pen, kaki, tangan, kepala dan sebagainya demikian juga saya. Saya dinamakan “bahu” agar jiran sebelah dapat mengenal saya. Tatkala saya atau kamu lahir tanpa nama! Cuba bayangkan apabila saya dan kamu lahir tanpa nama? Demikian juga Anak Allah. Yang ajaibnya Allah bapa melalui malaikat telah menamakan diri sebagai Yesus. Kenapa nama Yesus di pilih kerana nama Yesus ada maksud atau erti yang bagus. Maksud nama Yesus ialah:
    i). Menyelamatkan manusia dari dosa.
    ii). Dalam bahasa yahudi Immanuel yang bererti Allah beserta kita.

    Perkataan Allah beserta kita itu membuatkan kita merasa lebih dekat lagi dengan
    Allah.

    C. Roh Kudus.
    – Banyak orang menyangka Roh Kudus sebagai Allah Roh Kudus. Sebenarnya memang betul dan tidak was-was (ragu-ragu). Kalau kita membaca kisah kelahiran Yesus ia mengandung dari Roh Kudus. Mengapa ia di namakan Roh Kudus? Sebabnya ialah Allah itu sendiri Roh yang Kudus. Sekiranya Yesus diperanakan dari Roh Jahat dah tentu Yesus lahir dari setan. Allah cuba memperkenalkan diri dengan sebaik-baiknya agar kita dapat mengenal dengan lebih rapat. Saya pun ada roh tetapi tidak istimewa sebab roh saya sendiri pun di bentuk oleh Allah. Roh saya hanya di namakan roh saja. Dibandingkan dengan Yesus iaitu Roh Kudus.

    Kesimpulan: mengapa itu terjadi adalah kerana Allah sendiri yang telah menetapkanya agar manusia dapat menerimaNya dan mengenalNya dengan lebih dekat tetapi manusia tetap degil.
    Rujukkan: Kitab injil, matius 1:18-25;

    tak perlu discuss dalam-dalam. Setiap tahun Islam mesti merayakan hari raya kurban. mengikut kajian saya, Dalam Al Quran yang di kurbankan ialah En. Ismail tetapi dalam kitab injil yang dikurbankan ialah En. ishak. so,….Islam dan kristian sebenarnya Tuhan Allah yang di sembah adalah Tuhan yang sama.

  21. IT’S IN MALAYSIA GUYS…!!!
    C’MON…WHY CARE ABOUT IT..???
    KERAJINAN BANGET DEH NGURUSIN RUMAH TANGGA ORANG….
    PIKIRIN NEGARA SENDIRI DULU AJA KALEE?

  22. Untuk Gembong pluralisme: benar itu memang masalah di Malaysia. Apakah kita tidak bisa belajar dari masalah Malaysia. Apakah anda tidak pernah membela saudara kita di Palestina atau negara lainnya?

  23. Untuk memberi informasi kepada yang belum mengetahui:

    Sebutan Kristen itu “bukan” mengedintifikasikan agama. Sebutan Kristen mula-mula (dan sampai sekarang) tertuju kepada panggilan “murid-murid” yang mempelajari dan melakukan “perintah” Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat “seluruh” umat manusia, asalkan umat manusianya bersedia untuk mengenal siapa DIA dan melakukan perintahNYA (Bible, Kis.11:26).

    Oleh karena Yesus Kristus adalah RAJA Kerajaan Sorga, maka orang-orang dunia tidak mengenal siapa DIA. Tapi luar biasanya, Yesus Kristus, dengan kasih karuniaNYA menyempatkan diri untuk datang ke dunia supaya “pertobatan dan keselamatan” atas roh-roh manusia yang serakah (nafsu bejat, nimbun harta, meng-claim kebenaran pribadi, dsb) boleh terjadi.

    Jadi soal meng-claim sebutan atas kata “allah”, ya itu sudah menjadi bagian dari pada kebiasaan orang dunia. Oleh karena itu juga, RAJA Kerajaan Sorga datang dengan nama Yesus Kristus. Ini untuk membedakan siapa-siapa yang berhak untuk “pulang” ke Kerajaan Sorga bila masa hidupnya di dunia ini sudah expired.

    Untuk yang belum juga mengerti, “itulah” meterai yang Tuhan Yesus Kristus nyatakan waktu DIA mengatakan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Bible, Yoh.14:6). Termasuk orang-orang yang mengaku Kristen juga tidak akan dapat keselamatan pulang ke Kerajaan Sorga bilamana tidak melakukan perintah sejatiNYA yang adalah memberi KASIH yang tulus dan sempurna kepada sesama.

    Tidak ada nabi yang dengan berani menjamin “keselamatan” kecuali Yesus Kristus. Tidak ada nabi yang dengan berani “mengorbankan dirinya” untuk dihukum mati demi keselamatan umatnya “dan”… bangkit kembali setelah 3 hari kecuali Yesus Kristus. Tidak ada nabi yang dengan berani menjamin namanya adalah nama diatas segala nama kecuali Yesus Kristus. Mengapa Yesus Kristus berani? Karena DIA adalah RAJA SORGA, TUHAN dan Juruselamat umat manusia.

    Jadi, silahkan saja sebutan “allah” di claim, karena itu bukan inti kehidupan. Inti kehidupan ialah, “apa anda yakin anda akan masuk Kerajaan Sorga bilamana hidup anda sudah expired nantinya?”. The answer can only be answered by you.

    Tuhan Yesus memberkati saudara sekalian.

    Jesus Saves,
    Pemberita

  24. Memang benar, Malaysia tidak sepatutnya khusukan Allah itu untuk Allah SWT saja….tapi itu strategi pemerintahan mereka…dan jika pemerintah boleh menjalankan kuasanya…just let them do it. Kristian di Malaysia is not the majority, ada budha, hindu dll.. strategi itu memang untuk orang Islam kerana di Malaysia, pemerintah amat serious menegakkan agama islam..tidak seperti di Indonesia, kawin campur agama lain-lain bisa aja…yang sebenarnya salah dari segi kepercayaan Islam. Kerajaan Malaysia sebaik mungkin ingin mengurangkan kemungkaran di bumi nya… ya faham-faham sajalah, bila terlalu banyak kemungkaran.. maka tunggulah bala dari Allah. semoga Allah sentiasa melindungi bumi Malaysia dan penganut agama lain faham itu dan bersyukur kerana berada di bumi yang alhamdulillah makmur dan aman. larangan guna Allah utk agama kristian itu tidak apa-apa, kerana orang kristian ada nama 2 tuhan yang lain boleh digunakan, jesus dan ruh kudus…dan yang pasti jesus is more prefereable by the christian berbanding Allah.

    cheers

  25. Well..gue stuju bgt tuh dgn opininya “Pemberita”..silahkan deh malaysia claim nama allah toh jga g bkaln ngruh ma iman kristiani saya and saudara seiman d sluruh dunia coz I love Jesus “forever and ever”,,cape deh malaysia…;-)

    • ya sih.. bicara agama itu gk ada habisnye malah pusing kepala pa lagi pake buka lagi buku sejarah segala, mendingan jalani hidup ini dengan sebaik-baiknya… dan mensukuri setiap karunia yang Tuhan berikan, soal agama sapa yang paling bagus itu tidak soal Yesus datang ke dunia tidak mengatasnama dari kelompok manapunkan?Dia datang ke dunia untuk memberi contoh untuk hidup yang baik bagi semua orang… ingat semua orang, bukan untuk orang nasrani saja semuanya, orang nasraipun kalao hidupnya ugal-ugalan ya gk bisa diselamatin juga, karena pada intinya IMAN kitalah yg bisa membawa kita menuju keslamatan ato tidak, dan ajara Yesus adalah CINTA KASIH guys… dan menjadi dasar dari segala HUKUM DAN KITAP PARA NABI hehehe…:) jadi ya inga-inga..

  26. Pelarangan penggunaan kata ALLAH itu saja sudah melanggar apa yang di katakan di Quran yaitu Tuhanmu dan Tuhanku adalah satu ….Itu aja…gimana bisa mungkin di larang …. secara sejarah kaum kritiani yang pertama ada dari islam….tapi tak apa lah…nama Tuhan kristiani kan banyak dan lebih asli dari pada muslim…
    Sumber kata ALLAH
    Kristiani : Adonai Elohi ( Allah )

    Muslim : Hubal Ilahi dan Baal Ilahi
    Hubal Ilahi ( HubAllah ) adalah Tuhannya org Quarish jahiliyah yang tidak kelihatan ….
    Baal Ilahi ( BaAllah ) adalah Tuhannya org Quarish jahiliyah yang kelihatan berupa batu yaitu Batu Hitam Hajar Aswad …perhatikan hadith tentang rebut-rebutan Muhammad dengan Quarish….

    Jadi intinya Muhammad merebut semua Tuhan – Tuhannya org2…pertama-tama Tuhannya org Quarish, kedua Tuhannya Abraham paling gilanya di samakan dengan Hajar Aswad, ketiga Tuhannya org Arab yaitu Dewi Air ( Singgasana Allah di atas air perhatikan Quran ), kemudian memperTuhankan Dewi Bulan ….
    Tapi kita dapat lihat siapa Tuhannya org muslim dari hadith yaitu Muhammad menyuruh agar orang2 menyembah Tuhannya negeri ini ( Arab ), orang Arab saat itu menyembah : HubAllah, BaAllah, Dewi Bulan, Dewi Air dan semuanya di sebut Allah ….jadi bukan Tuhannya Abraham….
    Jadi jangan sok org muslim lah…Kata sama tapi sumber kan beda…jangan hanya caplok sana caplok sini…tantangan Allah swt pun sudah ada yang berhasil menghadapinya …Allah swt menantang org2 untuk membuat serupa dengan Quran …sekarang sudah ada yaitu kaum Ahmadiyah….

  27. larangan menggunakan perkataan “Allah” dalam bible dengan alasan boleh mengelirukan umat Islam tidak dapat diterima akal. Dahulu kerajaan Malaysia pernah mengharamkan bible terbitan bahasa 1 suku kaum di Malaysia timur (Borneo) alasannya penggunaan perkataan ‘Allah’ . Isu ini sememangnya tidak masuk akal kerana istilah ‘Allah’ dalam bible telah sekian lama digunakan kenapa baru sekarang dibangkitkan…? rapuhkah ‘IMAN’ itu hanya kerana frasa? Bahasa bukan penentu keimanan. hanya hati yang sentiasa ingin untuk bersamaNya… Sembah lah Tuhan dengan penuh rasa cinta kasih dan bukannya dengan penuh rasa egois, prejudis dan ekstremis…

  28. salam buat yg beragama Islam dan selamat sejahtera bg sahabat dari agama lain,
    aku dari malaysia dan kebetulan terjumpa blog ini.

    Kerajaan Malaysia mengharamkan penggunaan ALLAH dlm agama lain bg mengelakkan kekeliruan.
    Karena Allah itu sifatnya SATU, ESA dan segala jenis kebaikan bolehlah dikaitkan dgn-Nya.
    Malah kebaikan2-Nya itu mengatasi sifat manusia, maksudnya jika ada manusia yg dikatakan pemurah, maka Allah adalah Maha Pemurah.

    Kerajaan Malaysia membuat syarat sebegini karena adanya usaha sesetengah kumpulan di Malaysia utk menyamakan kesemua agama. Claimnya, kesemua agama menyeru kpd kebaikan ke arah menyembah Tuhan.
    Sdgkan definisi tuhan dlm setiap agama adalah amat berbeza dan pasti ada nilai2 yg tdk boleh ditukar ganti atau dikompromi dlm setiap agama.
    Jika kenyataan kumpulan2 ini bhw setiap agama adalah sama, maka adakah anda yg kristen mau dipanggil sbg muslim? Atau yg muslim dipanggil sbg buddha dan sebagainya? (sekadar contoh)
    Oleh itu, pengharaman ini dibuat bg menjaga nilai2 holistik dan hak setiap agama di Malaysia.

    Aku bknlah jurubicara bg kerajaan Malaysia, sekadar berckp sbg seorang rakyat Malaysia yg muslim. Kami bknnya arrogant atau anggap diri ekslusif.
    Sy juga mohon semua di sini agar mengkaji benar2 sesuatu isu sblm menyatakan sesuatu kritikan, apatah lg jika dikatakan di blkg mereka yg terbabit boleh menjadi umpatan.
    Jika ingin bertanya lbh lanjut boleh cari blog kementerian penerangan (KEMPEN) malaysia. Mereka lebih berhak menjawab dan mengetahui =)
    Peace!!

  29. ok ok….
    mungkin komentar saya ini bisa menutup banyaknya pembahasan yang nggak akan pernah selesai di perdebatkan….

    saya seorang kristen/nasrani yang sekarang saya sangat setuju jika sodara saya yang beragama islam/muslim tidak suka kami memakai nama ALLAH untuk menyebut Tuhan kami

    saya sangat setuju… karena (jika dari sejarah) kami orang keturunan nasrani… dari awal tidak menyebut ALLAH sebagai Tuhan kami…. melainkan YHWH atau yahweh… karena dalam bahasa ibrani huruf vokal akan mati(saya kurang mengerti tata bahasa ibrani)

    dan betul skali kata ALLAH itu adalah milik bangsa arab yang sebelum adanya agama islam, ALLAH adalah nama salah satu dari baal/berhala orang arab sebelum mereka mengenal Tuhan dalam agama islam.

    kebetulan… kita tinggal di negara indonesia, dan penerjemah bible/alkitab kita jaman dahulu adalah seorang muslim… jadi kata GOD, LORD (kecuali YHWH) diartikan sebagai ALLAH.

    sebuah nama harusnya tidak berubah dimanapun… seorang paijo ,mau di australi kek…. di belanda kek… atau di indonesia… dia akan tetap di panggil paijo… (kan gitu logikanya).

    dan terjemahan kata LORD, GOD dalam bahasa indonesia yang benar adalah TUHAN… jadi bukan ALLAH

    ok… begitu saja yah…. saya nggak mau perdebatkan nama ALLAH itu punya siapa… kristen or islam…
    cuma saya pribadi saya udah sebut Tuhan saya itu dengan panggilan : TUHAN, BAPA, YESUS, YAHWEH, RAJA, Dll…. (kecuali ALLAH)

    begitu….hehehe

  30. NAMA hanyalah benda mati yang dipakai untuk menunjukkan sesuatu baik yang hidup (binatang, burung, ikan, manusia ataupun Pencipta) maupun yang mati (benda). NAMA tidak sempurna menjelaskan sesuatu yang di beri nama. Nama allah tidak sempurna menjelaskan SANG PENCIPTA itu sendiri karena kata allah terbatas 5 huruf. SANG PENCIPTA tidak dibatasi oleh NAMA. Kalau DIA dibatasi oleh NAMA, DIA bukan lagi PENCIPTA. dan bodohlah orang menyembah sesuatu yang terbatas. Saya memilih menyembah YANG TIDAK TERBATAS

  31. ya ..perkara tersebut berlaku di Malaysia. Saya sendiri kristian yang berada di Malaysia, bagi saya..benda2 tersebut akan berlaku. Isu tersebut pastinya akan dibangkitkan.Tidak hairan! Apa yg penting bagi saya ialah kesaksian kita. Hidup kita bagaimana.? Apakah dengan monopoli perkataan Allah menjadikan hidup kita bertuhan? Jaminan untuk masuk surga? Siapa kita ?

    Siapa yang berhak menyebut nama Tuhan? Kalau ada di antara kita yang tidak berdosa dan tidak pernah sekalipun berdosa…boleh jugde untuk perkara ini. Yang pastinya kita akan dipertanggungjawabkan dengan apa yang akan kita katakan disini dan yang kita lakukan setiap hari…

    Dia yang benar pasti akan menyatakannya..supaya setiap lidah akan kelu dan bungkam untuk melihat kemuliaan Nya yang akan datang.. tetaplah setia menantikan sesuatu yang kekal..janjiNya bukan hidup di dunia yang sementara….mempertikai perkara yang yang diberikanNya..(bahasa) Marannatha!!!

  32. halah cuma urusan nama aja banyak pertengkaran banget seh.. itu kan sarat muatan politis nya… lagian biarin aja orang politik mengklaim nama, yang penting kan meng klaim ROH nya yang punya nama….. lagian neh malay aneh juga.. mang dipikir di arab gak ada agama laen apa?

  33. shaloom bagi semua yang beragama Kristian. salam sejahtera bagi rakan-rakan yang beragama Islam. saya salah seorang penganut katholik di Malaysia secara jujurnya merasa terancam dan sakit hati dengan keadaan ini, seolah-olah saya dan anak-anak Tuhan yang lain ditindas. tetapi semua ini adalah kelemahan diri dan iman saya, saya percaya semua ini rencana Tuhan yang Maha Kudus.. rakan-rakan yang beragama Islam mengancam untuk melancarkan Jihad keatas kristian disebabkan keputusan Kristian terus menggunakan ‘Allah’ dalam majalah/akhbar Katholik. keadaan ini akan mengeruhkan lagi keadaan dan mungkin akan berlaku sesuatu yang sukar dijangka. kepada Jemaat Tuhan yang mempercayai Kristus.. kita jangan terlalu terluka dengan dengan amcaman ini kerana ini di Malaysia.. malaysia tidak sama dgn nagara Arab.. Malayisa tidak sama seperti Indonesia dan negara-negara lain yang berfikiran terbuka. kita harus menghormatinya.. harus pasrah dan menerima dengan hati yang bersalut keimanan. kesaksian, iman dan kesebaran adalah yang terpenting sekali. untuk ungkapan ‘Allah’ kita gunakanlah bahasa yunani, Aram ataupun Israel.. sebutan dan perkataan tersebut bukanlah yang terpenting sangat dalam pelayanan kita, yang penting ialah keimanan kita terhadap yang Maha Esa.. jika mereka melancarkan Jihad keatas kita (Kristian), kita janganlah membalasnya dengan kekasaran malah menyambutnya dengan secawan kopi dan senyuman, disinilah iman anda diuji oleh Tuhan. tiada usaha dari golongan Kristian untuk menyamaratakan Islam dengan Kristian di Malaysia, tiada usaha untuk menghina Islam. isu ini ditimbulkan oleh segelintir orang dan dihangatkan oleh orang-orang tertentu melalui media. biarkanlah.. kerana di Malaysia kita (Kristian) tidak mampu berbuat apa-apa.. kita harus terus membisu dan teruskan dengan pelayanan dikalangan kita. hidup ini telahpun dicorakkan oleh Sang Maha Pencipta (Bapa di Sorga) dan corak ini yang perlu kita tempuhi di negara Malaysia yang penuh aman damai ini.. andai ada rakan-rakan seagama dengan saya merasa kecil hati dan kecewa dengan keadaan kita di Malaysia, hindarilah perasaan ini kerana ia penyabab berkat terhalang untuk anda. teruslah bersorak dan memuji Tuhan kandati dihujung nyawa. Tuhan memberkati dan jangan lupa berdoa untuk rakan-rakan kita yang beragama Islam supaya mereka beroleh kemakmuran hidup dan kesejahteraan.

  34. shallom.. Apa sangat yg ada pada nama? sepatutnya sebutan ini terbuka kepada semua makhluk di dunia. Sepatutnya kerajaan malaysia tidak mempersoalkan perkataan ini ? bukankah malaysia bebas beragama? Hal ini akan memecah belahkan antara agama seterusnya rakyat di malaysia. Adakah ini tandanya AKHIR ZAMAN seperti yang sudah tertulis dalam Wahyu.

  35. Wahai kamu semua, kamu tidak takut pada api Nerakakah? Ok..baiklah…kami orang Krisian dan Katolik akan tetap menggunakan kata “Allah” sekalipun apa pun..yang penting kami tidak ganggu SEGELINTIR penganut Islam yang terlalu sempit pikirannya. Kesombongan dan keangkuhan akan membuat mereka yang menghujat Yesus dan Ke-TritunggallanNya merasa derita di akhir. Ini bukan saya sendiiri cakap tapi ada dalam Bible..bacalah…

  36. Cuma ada dua perkara sahaja yang akan saya ketengahkan di sini.

    1) Adakah perkataan ALLAH ini terdapat di dalam kitab suci agama lain di mana kitab suci mereka ini menggunakan bahasa asal kitab itu diturunkan, contohnya adakah perkataan ALLAH ini ada terdapat di dalam kitab suci agama Yahudi atau Kristian yang menggunakan bahasa ‘Hebrew’, iaitu bahasa asal kitab ini. Kalau tiada mengapa perlu menggunakan ALLLAH.
    2) Mengapa perkataan ALLAH ini yang merujuk kepada tuhan digunakan di Indonesia atau Malaysia tetapi tidak digunakan secara menyeluruh di seluruh dunia seperti di Eropah, USA, Russia? Perkataan ALLAH adalah bahasa Arab, dan ia digunakan oleh orang Melayu Islam, ia tidak digunaka oleh orang Melayu bukan Islam. Orang Melayu bukan Islam sebelum kedatangan Islam, hanya mengenal Tuhan sahaja.

    Bukankah ini maksudnya ada udang disebalik batu?

  37. Sila rujuk laporan berikut:

    One of America’s pre-eminent evangelicals is challenging the advice of a retiring Roman Catholic Bishop in the Netherlands who has raised eyebrows worldwide by suggesting Dutch Christians pray to “Allah.”

    Dr. R. Albert Mohler, Jr., president of The Southern Baptist Theological Seminary, argues that it is inappropriate for Christians to call God Allah based on irreconcilable theological differences associated with the name Allah and core Christian beliefs.

    The key condition behind calling the Christian God Allah is that Allah must refer to the same God as the one in the Bible. However, this requirement presents “a huge problem for both Muslims and Christians,” contends Mohler.

    The theologian pointed out that the Qur’an explicitly denies that Allah has a son, and Islam considers the idea of a triune God to be blasphemy.

    “Thus, from its very starting point Islam denies what Christianity takes as its central truth claim – the fact that Jesus Christ is the only begotten Son of the Father,” wrote Mohler on his web blog Wednesday.

    “If Allah has no Son by definition, Allah is not the God who revealed himself in the Son. How then can the use of Allah by Christians lead to anything but confusion …and worse?”

    Last Monday, during an interview with a Dutch TV program, 71-year-old Bishop Tiny Muskens promoted the idea of Dutch Christians calling God Allah, believing that it would ease much of the conflict between the Christian and Muslim faiths. Muskens contended that God doesn’t mind what He is called and the arguments over what to call Him is an invention of man.

    “Allah is a very beautiful word for God. Shouldn’t we all say that from now on we will name God Allah? …What does God care what we call Him? It is our problem,” said Muskens, according to The Associated Press.

    The retiring bishop was a former missionary to Indonesia – the most populous Muslim country in the world – for eight years, where he said priests used the name “Allah” while celebrating Mass.

    In response, Mohler pointed out that it would be difficult to support the argument that “Allah” can be used as a generic term for God. The theologian said separation of Allah from the language, theology, and worship closely associated with it is difficult. Moreover, even non-Arabic speaking Muslims use Allah when referring to their god.

    Another irreconcilable difference is that Jesus commanded his followers to baptize “in the name of the Father and of the Son and of the Holy Spirit.”

    “When this command is taken seriously and obeyed, the whole issue is greatly clarified – a Christian cannot baptize in the name of Allah,” stated Mohler.

    “So Bishop Muskens is disingenuous at best when he suggests that God does not care about His name. This is not a matter of mere ‘discussion and bickering,’” said Mohler.

    “If Allah has no son, Allah is not the father of our Lord Jesus Christ…This is no mere ‘discussion and bickering.’ This is where the Gospel stands or falls,” the theologian concluded.

    Bishop Muskens in the past endorsed other controversial ideas which went against the Vatican leadership – such as those who are hungry can steal bread and that condoms should be permissible in the fight against HIV/AIDS.

  38. daripada kita bahas mengenai perkataan ALLAH ada baiknya kita umat yg beragama keristian perlihatkan sifat2 memaafkan dan kita doaen orang2 yg menganiayah kita agar yesus kristus menjamah mereka.lihatlah rasul2 yg terdahulu mereka asalnya orang yg suka menganiyah umat tuhan lainnya.lihatlah faktah masa kina jutaan toko agama yang dahulunya bergelar haji,ustad,ustazah dan guru agama bersaksi mengenai mukzizat tuhan kepada mereka.sebagai umat yg lemah tugas kita berdoa perbaiki diri,jangan timbulkan kebencian kepada mereka yg beragama lain.hormati mereka jangan menghakimi mereka kerana itu hak tuhan.amen

  39. Secara historis, Allahnya org Kristen ama Allahnya org Islam tuh hrsnya sama. Toh, kan istilahnya sama-sama Allahnya Abraham/Ibrahim. Kan Islam dan Kristen kan cm beda pengajaran. Historynya sama pula. Ga bisa seenaknya dong nama Allah hny u/ org Islam.

  40. Nama saya Daniel.Dimana pun saya berada nama saya tetaplah Daniel.Yang perlu saya tegaskan disini adalah Firman Tuhan tidak mungkin salah,tapi terjemahan bisa salah.Sekarang ini kitab suci banyak diterjemahkan.Dari sini bisa dilihat misalkan dalam bahasa Indonesia kita menyebutnya Yesus,bahasa Inggris Jesus,bahasa2 yang lain juga berbeda.Seperti yang dari awal saya sebutkan kalau nama saya tidak mungkin berubah atau diterjemahkan.Misalkan orang yang bernama Leo,apakah mungkin di Amerika kita menyebutnya Lion ? Padahal kan artinya sama.Atau orang bernama Panca,di Amerika dia disebut Five ?Lebih baik kita kembali saja ke Kitab suci aslinya.Pernahkah kita berpikir ( sebagai orang Kristen ),Tuhan di Perjanjian Baru bernama Yesus,tapi mengapa di perjanjian Lama tidak ada Yesus?Kalau begitu Tuhan kita tidak kekal?Kalau kita kembali ke bahasa Ibrani nya,Tuhannya orang Kristen di perjanjian lama adalah Yahweh,di perjanjian baru disebut Yeshua ( ingat film The Passion ).Oleh karena itu kita tidak perlu meributkan Allah itu milik siapa,karena dalam Kitab Suci berbahasa Ibrani tidak ada kata allah.Yang ada hanya Elohim.Daripada kita ribut yang tidak ada penyelesaiannya,lebih baik kita kembali ke bahasa asalnya.Mungkin kitab suci yang diterjemahkan ke bahasa arab ada penyebutan allah,tapi seperti yang saya sebutkan,terjemahan bisa salah ( bukan berarti saya menyalahkan kitab berbahasa Arab ).Orang2 Kristen banyak yang menyebut Yahweh itu sesat,tapi tidak bisa menunjukkan sesatnya dimana.Padahal nama Yahweh sudah jelas2 ada di Kitab bahasa Ibrani.Saya tidak membela umat Muslim atau Kristen.Tapi lebih baik kita kembali ke kitab suci bahasa aslinya.Kristen berbahasa Ibrani,Muslim ke Bahasa Arab.Bagi saya Tuhan itu saya ibaratkan sebagai pasangan saya.Istriku adalah istriku,bukan istrimu.Saya tidak boleh memaksakan orang lain untuk menyukai istri saya,karena itu selera masing.Saya rasa apabila kita memahami prinsip ini,justru tidak akan terjadi perpecahan.Karena kita akan saling mengadu menjadi yang terbaik untuk menunjukkan istri siapa yang terbaik.Apakah dia bisa masak,cantik,atau menghibur kita saat sedang susah?Tentu saja dalam hal ini kita jangan menjatuhkan orang lain dengan persaingan yang tidak sehat. Yahweh memberkati…

  41. benar nama Tuhan orang Islam dan Kristen itu berbeda karena itu marilah jika ada satu agama yang didalamnya sudah menyebut nama Tuhan agama lain..kita harus kembalikan kepada mereka yang berhak memiliki nama itu….
    Yahweh elohim memberkati…

  42. Tuhannya islam bukan Allah.., tapi Aouwloh….

  43. sudah lama rasanya saya ingin tahu jawaban yang sebenarnya,mengenai polemik ini.begitu saya baca tanggapan dari “roy marten”saya pribadi bergetar tak kuat menahan emosi yang meluap[nangis sejadinya]ada rasa pelepasan yang luar biasa,rupanya masih ada pribadi yang tahu benar apa beda allah dengan Tuhan[Yahweh Elohim] ! ini bukan soal dukung mendukung,tapi bicara tentang kebenaran sing sakbenere ! Tuhan terima kasih kalau engkau sudah tunjuk roy marten untuk menjelaskan semua ini. [berapa banyak orang kristen di indonesia tahu tentang ini]. syukur alkitab bahasa jawa menterjemahkan dengan Yehuwah. God bless kel.roy marten Amen.

  44. Kalian semua yang menghina agama Kristen/Katolik, janganlah membenarkan agama kalian saja, semua agama sama. Mengajarkan kebaikan, cuma cara beribadah aja yang beda. Okey!! Semoga Tuhan memberkati kita semua, Amin.

  45. Ikut ya Gan , urun-urun rembug …………………….. Ya benar Allah bukan hanya dimonopoli untuk Islam . Semua manusia bahkan semua mahluk adalah ciptaanNya . untuk itu Allah milik semuanya sesuai dengan Islam yang Rahmatan lil ‘alamin . oleh karenanya kaum nasari / yahudi pun boleh menyebut tuhan yang mereka maksud dengan Allah juga . namun demikian terdapat perbedaan yang mendasar , sangat esensi , sangat prinsip , filosofis dan logis . Islam sangat meyakini jika Allah itu maha suci . artinya Allah tiada pernah berputra dan tak diputrakan . selain dari Allah adalah mahluk , dengan demikian tiada sekutu bagi Allah (sumber QS. Al- Ihlas) . Dari uraian singkat saya ini bisa ditarik kesimpulan bahwa Allah sesuai keyakinan Islam adalah berbeda dengan Allah menurut keyakinan selain Islam . Jadi bukan berarti Islam hendak memonopoli sebutan tuhan dengan Allah , namun memang sudah semestinya Islam lah yang berhak meyebut tuhannya dengan kata Allah , karena jika tuhan itu berputra atu diputerakan bahkan ada sekutunya maka itu bukan Allah , sekali lagi ini menurut Islam loh yaa . dengan demikian bisa dikatakan bahwa perbedaah Allah dalam Islam dengan keyakinan yang lain bukan sekedar poerbedaan persepsi namun itu adalah perbedaan sebuah keyakina terhadap Dzat tuhan itu sendiri . semoga Allah. SWT senantiasa akan memberikan hidayah dan kekuatan pada kita semua untuk menjadi hambaNya yang taqwa .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: