Camat Tutup Paksa Ibadah Katolik

HARIAN KOMENTAR
26 Nopember 2007

Uskup Suwatan: Ini sangat disesalkan!
Camat Tutup Paksa Tempat Ibadah Katolik

Kebebasan beribadah di ta-nah air ini rupanya belum se-penuhnya
diakui pihak pemerintah dan oknum-oknum tertentu. Terbukti, di
hadapan kapolres dan kapolsek setem-pat Jumat (23/11) lalu, pihak
pemerintah Kecamatan Tambora mengeluarkan surat yang isinya menutup
paksa tempat ibadah umat Katolik bernama ‘Damai Kristus’ Paroki
Kampung Duri, Jakarta Barat.

Akibatnya, umat Katolik yang biasa beribadah di tempat ibadah
tersebut tak mampu merayakan Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta
Alam yang diperingati Minggu (25/11) kemarin. Padahal, mereka telah
menggunakan tempat ibadah tersebut sela-ma kurun waktu 30 tahun
untuk beribadah.

Hal ini dikemukakan Uskup Manado, Mgr Joseph Suwatan MSC, kepada
harian ini, usai perayaan Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam
di Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Kembes, kemarin (25/11).
Terhadap aksi tersebut, Uskup Suwatan dengan tegas menya-takan
kekecewaannya terhadap pihak pemerintah Kecamatan Tambora dan pihak-
pihak yang terlibat di dalamnya.

“Keputusan Camat Tambora menutup paksa tempat ibadah tersebut,
menggambarkan bahwa pemerintah setempat belum mampu menegakkan asas
dasar Pancasila. Dan keputusan se-perti ini sangat-sangat disesalkan
karena dijatuhkan oleh seorang pejabat pemerintah,” ungkapnya.
Dengan keputusan tersebut, Uskup Suwatan kembali mempertanyakan
kebebasan beragama dan ke-adilan hidup di negara ini. Dirinya juga
mempertanyakan kewibawaan dan kewenangan pemerintah dalam melawan
kelompok-kelompok radikal yang ingin memecah belah per-satuan dan
kesatuan bangsa.

Karena itu secara tegas, Uskup Suwatan mendesak pihak pemerintah
setempat untuk mengklarifikasi keputusannya tersebut dan sekaligus
menca-butnya. “Saya minta dengan sa-ngat agar Camat Tambora dapat
mengklarifikasi dan sekaligus mencabut keputusannya ter-sebut. Ini
agar asas Pancasila kembali ditegakkan dan umat Katolik kembali
beribadah di tempat tersebut,” tegasnya.

Baginya, sebagai pemerintah seharusnya Camat Tambora dapat mencari
solusi yang baik dan bijaksana jika telah terjadi hambatan-hambatan
terkait dengan kegiatan tersebut. Salah satunya dengan membangun
sebuah dialog yang baik dengan semua pihak yang terkait. “Sebagai
pemerintah, Camat Tambora seharusnya bersikap adil dan bijaksana.
Bangun dialog yang melibatkan banyak pihak dan bukannya langsung
menutup kegiatan beribadah. Sekali lagi ini melanggar Pancasila dan
saya minta agar ke-putusan ini dicabut,” pintanya.

Uskup Suwatan juga mengajak umat Katolik untuk tidak mudah
terprovokasi dan mem-berikan dukungan doa bagi umat Katolik Kampung
Duri, agar diberikan kekuatan dan ketabahan, serta pemerintah
diberikan kebijaksanaan. Ketua Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan
Manado, Ir Joost Tambajong dan Sekretaris KBK Keuskupan Manado, Ir
Hoyke Makarawung juga menyesalkan tindakan Camat Tambora ter-sebut.

“KBK Keuskupan Manado sangat menyesalkan tindakan penutupan tempat
ibadah tersebut. Keputusan Camat Tambora sangat bertentangan dengan
asas negara Pancasila. Tolong keputusan ini dicabut dan biar-kan
umat menjalankan iba-dahnya dengan tenang,” ujar keduanya.

Bagi keduanya, pihak pemerintah seharusnya mencari solusi terbaik
dengan memba-ngun dialog yang melibatkan semua pihak termasuk umat
Katolik Dama Kristus terse-but.

“Selesaikan masalah ini dengan damai. Dialog dengan melibatkan semua
pihak sangat tepat dan bukannya dengan keputusan menutup tempat
ibadah,” papar ke-duanya.

Sementara itu dari kalangan pemuda Katolik di Sulawesi Utara
mengecam keras tindakan Camat Tambora tersebut. Mereka mendesak agar
camat dapat mencabut keputusan yang dikeluarkannya. Bahkan, kalangan
pemuda mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera
menyikapi hal ini. Ketua Pemuda Katolik Sulut, Harold Pratasik dan
Ketua Pemuda Katolik Kabupaten Minahasa, Petrus Rampengan
mengatakan, tindakan aparat pemerintahan tersebut sangat memalukan
dan memberikan pelajaran yang buruk bagi masyarakat dalam hal kebe-
basan beragama. “Ini tin-dakan yang jelas-jelas melanggar UUD dan
Pancasila. Kebebasan beragama di negara ini masih saja diinjak-
injak. Dan tindakan ini sangat memalukan karena dilakukan oleh
seorang camat yang seharusnya menghormati kebebasan beragama. Kami
minta agar Presiden SBY agar turun tangan menyikapi hal ini. Karena
ini sudah mencoreng pemerintah Indonesia,” ujar keduanya.

Karena itu, lanjut keduanya, Pemuda Katolik Kabupaten Minahasa,
mengecam keras tindakan Camat Tambora dan meminta agar keputusan ter-
sebut dicabut kembali. “Pemuda Katolik sangat menge-cam keras dan
mendesak agar keputusan tersebut dicabut kembali. Camat harus
memberikan contoh kepada ma-syarakat untuk menghormati kebebasan
beragama,” pintanya.(imo

8 Tanggapan

  1. Let’s pray for Indonesia supaya ada kebesasan beragama.

    Salam kenal.

  2. heh pak camat…baru jd camat aja dah nutup2 tempat ibadah..gmn kl loe jd walikota, bs keblinger loe!!!
    heran, orang ga punya otak kok bs ya jadi camat!hmm…poor!
    susah emang, camat ga punya otak dan agama….
    im sorry 4 u….

  3. Sepertinya gereja sudah boleh dibuka kembali. Semoga tidak untuk sementara saja. Sejak saya masih di TK sampai SMP bersekolah di sana, sampai sekarang ijin mendirikan bangunan gereja tak pernah di berikan oleh pemerintah.
    Saya setuju dengan komentar Badrut, juga setahu saya penduduk lokal tak pernah berkeberatan dng adanya gereja/gedung serba guna di sana.
    Sampai saya sudah migrasi dan punya anak umur 15 tahun sekarang, masih juga belum keluar izin mendirikan bangunan untuk gereja, ya begitulah pemerintah Indonesia, plin plan tak pernah tegas.
    Semoga antar umat beragama di Indonesia dapat lebih saling mendukung.

  4. To: Agus.. anak Damai juga yah.. angkatan tahun berapa? iya nih.. kaget banget pas tau beritanya.. sedih banget, bener2 ga tega..
    gimana nggak, udah lama ga pulang indo dan sekalinya mikir ntar kalo pulang indo pgn ke gereja damai lagi, eh.. mana sangka udah ga ada gereja itu lagi.. semoga sekarang udah gpp lagi ya.. dibantu doa ya dari kita semua..

  5. 1. Kitab suci Muhammad bersabda: Al Mu’minuun (23) ayat 53,54: Mereka umat islam berpecah belah dalam agama, artinya sesat sampai suatu waktu tertentu.

    2. Al Kitab perjanjian lama dan baru bersabda Yudas 1:18,19,20,21: Mereka kristen diakhir zaman pecah-belah sekte-sekte hidup tanpa roh kudus dan wajib kembali kepada rahmat.

    Keduanya wajib menunggu-nunggu dan tidak melupakan:

    1. Al A’raaf (7) ayat 52,53: Datangnya Allah menurunkan HARI TAKWIL KEBENARAN KITAB.

    2. Yohanes 16:12-15: Datangnya Allah menurunkan HARI ROH KEBENARAN.

    Jadi sampai hari ini kedua umat beragama itu berselisih, padahal keduanya menunggu-nunggu hal yang sama agar tidak berselisih lagi.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  6. ini camat sudah pesan tiket untuk masuk neraka, karena melawan kehendak ilahi. Cobalah sekali2 nonton pintu hidayah mungkin camat ini akan tau apa yang dia perbuat itu yang harus diterimanya kelak.

  7. Tempat Ibadah menurut Al Hajj (22) ayat 34,40 wajib dipelihara
    Untuk jelasnya miliki, baca Buku Panduan
    “Bhinneka Catur Sila Tunggal Ika’
    Bonus: “Skema Tunggal Ilmu Laduni Tempat Acuan Ayat Kitab Suci Tentang Kesatuan Agama”
    Penulis Soegana Gandakoesoema
    Tersedia di
    Perumahan Puri BSI Permai Blok A3
    Jl. Samudera Jaya
    Kelurahan Rangkapan Jaya
    ‘Kematan Pancoran Mas
    Depok 16435
    Telp./Fax. 02177884755
    HP. 085881409050

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: