Remaja Masjid dan Musala Pondok Cabe Udik Jakarta Selatan Tolak Rencana Pembangunan Gereja

Sumber: http://www.detik.com/indexberita/indexfr.php

22/11/2007 11:46 WIB
Warga Tolak Pembangunan Rumah Ibadah di Pondok Cabe
Andi Saputra – detikcom<!–

–>Jakarta – Aksi menentang rencana pembangunan rumah ibadah dan kegiatan peribadatan kembali terjadi. Kali ini aksi digelar oleh puluhan orang yang mengaku anggota remaja masjid dan musala Pondok Cabe Udik, Jakarta Selatan. Aksi berlangsung di depan sebuah lahan seluas dua kali lapangan sepakbola di Pondok Cabe Udik. Rencananya di atas lahan yang dikelilingi pagar besi itu akan didirikan sebuah rumah ibadah.“Tiap akhir pekan di tanah lapang ini diadakan misa bersama dan akan dibangun Gereja Barnabas. Kami menolak, karena mayoritas warga di sini muslim,” kata koordinator aksi, Zarkasih, Kamis (22/11/2007).Menurutnya, hampir seluruh jemaat misa tersebut berasal dari luar wilayah Pondok Cabe. Maka dari itu rencana pembangunan gereja di lahan seluas 4.000 m2 tersebut sangat tidak layak.

“Kalau akhir pekan ini masih ada misa, kami akan melakukan tindakan tegas dan membubarkannya,” ancam Zarkasih usai memasang dua spanduk penolakan pembangunan gereja di pagar lahan.

Unjuk rasa yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB ini merupakan aksi yang kedua. Pada aksi pertama tahun lalu, sempat terjadi kerusuhan karena ada perlawanan dari pihak gereja.

Untung saja kali ini tidak ada aksi kekerasan. Sebuah rumah dan bengkel kecil milik pendeta yang berada di dalam areal lahan, terlihat tidak ada penghuninya.

Tapi tak urung hingar bingar orasi dan aksi massa mengenakan atribut keagamaan itu menambah kemacetan Jl Raya Pondok Cabe. Para pengendara yang terjebak kemacetan, menyempatkan sejenak berhenti menonton aksi.
(lh/sss)

=============

 Di bawah ini saya kutip beberapa pasal mengenai pendirian Rumah Ibadat berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 9/8 Tahun 2006 (saya singkat PBM) ttg Pendirian Rumah Ibadat.

Pendirian rumah ibadat perlu mendapat persetujuan penduduk setempat dengan calon pengguna rumah ibadat memenuhi persyaratan yang dituntut PBM ini.

Kiranya komentar kita perlu memperhatikan peraturan yang berlaku. Semoga bermanfaat.

BAB IV

PENDIRIAN RUMAH IBADAT

Pasal 13

(1)    Pendirian rumah ibadat diddasarkan pada keperluan nyata dan sungguh2 berdasarkan komposisi jumlah penduduk bagi pelayanan umat beragama yang bersangkutan di wilayah kelurahan/ desa.

(2)    Pendirian rumah ibadat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan tetap menjaga kerukunan umat beragama, tidak menggangu ketenteraman dan ketertiban umum, serta mematuhi peraturan perundang-undangan.

(3)    Dalam hal keperluan nyata bagi pelayanan umat beragama di wilayah kelurahan/desa sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak terpenuhi, pertimbangan komposisi jumlah penduduk digunakan batas wilayah kecamatan atau kabupaten/ kota atau provinsi

Pasal 14

(1)      Pendirian rumah ibadat harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis bangunan gedung.

(2)      Selain memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pendirian rumah ibadat harus memenuhi persyaratan khusus meliputi:

(a)    Daftar nama dan Kartu Tanda Penduduk pengguna rumah ibadat paling sedikit 90 (sembilan puluh) orang yang disahkan oleh pejabat setempat sesuai dengan tingkat batas wilayah sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 ayat (3);

(b)   Dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 (enam puluh) orang yang disahkan oleh lurah/kepala desa;

(c)    Rekomendasi tertulis kepala kantor departemen agama kabupaten/kota; dan

(d)   Rekomendasi tertulis FKUB kabupaten/kota.

(3)    Dalam hal persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a terpenuhi sedangkan persyaratan huruf b belum terpenuhi, pemerintah daerah berkewajiban memfasilitasi tersedianya lokasi pembangunan rumah ibadat.

Pasal 15

        Rekomendasi FKUB sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 ayat (2) huruf d merupakan hasil musyawarah dan mufakat dalam rapat FKUB, dituangkan dalam bentuk tertulis.

Pasal 16

(1)    Permohonan rumah izin ibadat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 diajukan oleh panitia pembangunan rumah ibadat kepada bupati/walikota untuk memperoleh IMB rumah ibadat.

(2)    Bupati/walikota memberikan keputusan paling lambat 90 (sembilan puluh) hari sejak permohonan pendirian rumah ibadat diajukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Pasal 17

Pemerintah daerah memfasilitasi penyediaan lokasi baru bagi bangunan gedung rumah ibadat yang telah memiliki IMB yang dipindahkan karena perubahan rencana tata ruang wilayah.

37 Tanggapan

  1. Sangat memprihatinkan. Sebagai umat beragama kita juga di ajarkan menghormati agama lain…jadi semestinya kita juga harus menghormati kebebasan menjalankan ibadah agama nya masing2.
    Apakah toleransi beragama dalam masyarakat kita sudah mulai memudar?
    Aghh…semoga itu hanya perbuatan oknum yang sengaja memanfaatkan masa pemuda masjid (sengaja yang memakai kedok islam ) untuk memecah belah umat beragama. Mungkin juga oknum tersebut juga secara sistematis di gerakakan oleh suatu institusi yang lebih tinggi lagi…entah siapa yang memang mau menghancurkan kerukunan beragama di Ind. (jadi ingat pengakuan John Perkins dalam bukunya Confessions of an Ekonomic Hit Man)
    Jadi masyarakat dan aparat setempat harus waspada akan hal ini, terutama dilapisan paling bawah, RT, RW dan Kelurahan/ Desa.

  2. welgewelbeh

    Mulut bingung, kenapa harus mendirikan tempat ibadah di lokasi orang yang mayoritas agamanya ga sama dengan tempat ibadah itu? Memang nya ga ada tempat yang lain apa? saran mulut seharusnya tempat ibadah itu dibangun didekat orang2 yang membutuhkannya. Ya toleransilah dengan agama yang lain….lah, mulut ada juga cerita, ada beberapa orang mau mendirikan masjid di tengah2 warga yang mayoritasnya non muslim,yaitu kristen, nah waktu itu mereka juga keberatan. La mulut juga heran sama mereka, la wong mendirikan masjid kok di tempat seperti itu, apa nggak punya perasaan ya..?

    piss

    • Itulah kalau dalam agama itu gak diajarkan kasih, sebagai contoh, dikampung orangtua saya yang beragama muslim hanya 1 kk aja tetapi disitu kok bisa didirikan mesjid ? coba anda pikirkan … karena agama kami itu agama kasih terhadap sesama jadi jangan selalu kita atas namakan agama mayoritas…aneh ya pa gak diajarkan kasih ?

  3. Di Bekasi Timur juga ada aksi serupa, mengatasnamakan warga setempat. Yang ditolak adalah rencana pembangunan gereja HKBP. Anehnya, pihak keamanan membiarkan spanduk-spanduk yang bernada anti agama Kristiani.

  4. gua tunggu komentar yang laen dulu dah.

  5. Jaman sekarang apa-apa susah. Mau beribadah juga susah…

  6. Kalo menurut saya tidak pada tempatnya menyuruh umat kristen hanya bisa membangun di lingkungan yang mayoritas kristen. Sebab setahu saya sebaran orang kristen itu tidak menumpuk di suatu lingkungan, tapi menyebar. Jadi tidak mungkin mereka mayoritas di suatu lingkungan, khusunya di jakarta. Atau apa kita menginginkan sebuah lingkungan lingkungan yang berdasarkan agama? Seperti yang di maluku itu? Sebuah situasi yang sangat rentan terhadap peperangan antar agama. 😉

  7. Kita bicara tentang kebebasan dan toleransi sebagai umat bergama? Ok…ini mungkin bisa dijadikan “Alasan” untuk tidak membenarkan apa yang dilakukan oleh sekelompok remaja mesjid…ets…tapi kebebasan dan toleransi seperti apa? Faktanya adalah kawasan yang akan dibangun gereja barnabas adalah kawasan yang mayoritas MUSLIM, perlu digaris bawahi…apakah maksud dibalik rencana tersebut???Kalau kita mau bicara toleransi maka “Oknum-oknum” yang ingin mendirikan gereja tersebut harus tahu yang namanya TOLERANSI (TOLERANCE) bahwa masyarakat sekitar memilki keyakinan yang mayoritas ISLAM…Apakah TOLERANSI untuk membiarkan suatu tempat Ibadah agama lain dibangun dikawasan yang mayoritas gamanya ISLAM???

  8. setuju sama mulut
    walopun kasuistis juga sih, ntar di Bali nggak boleh ada mesjid dong?? hehe

    btw gw muslim, tindakan itu disesalkan, tapi menurut gw yg paling bijak ya emang cari tempat lain.

  9. […] tadi, selepas musyawarah pagi, dzikir dan sholat isroq di Mesjid, wakdul Somad hanya mapir sebentar di rumah, mengganti setelan sarung dan baju koko nya dengan […]

  10. isu yg selalu menghangat… dan rawan pertentangan…

    cari jalan terbaik lah… cara kekerasan gak menyelesaikan masalah… mencari masalah juga malah tambah bermasalah

  11. Mungkin kita perlu memasang cermin besar didepan kita. Warga memasang cermin besar untuk dirinya dan yang mau bangun juga berkaca dululah sebelumnya.

  12. Salah satu kenapa kristen ngebangun tempat peribadatan di lokasi yang mayoritas umat ISLAM, yach tentunya untuk kristenisasi, habis buat apa lagi kalo bokan hal itu. Kan gak mungkin buat tempat sholat jumat kalo mesjid pada penuh… WAWAWAWAWAWAWA. PEACE, sebelumnya gua mau nyanyi lagu kebangsaan umat kristen “HALI LINTAR, HALI LINTAR, LINTAR, LINTAR…….”

  13. Ya memang kadang seperti itu, sebaiknya kalau mau bangun gereja ya jarag d lokasi yg mayoritas muslim, apalagi yg jema’atnya bukan penduduk situ…, sebaiknya cari tempat lain yg mayoritas kristen mungkin ga akan ada masalah…

    • Sdr. Jon, kok cetek kali sih pemikiranmu….?emang karena negara ini kalian anggap negara islam jadi yang lain gak perlu ? ajarkanlah kasih terhadap sesamamu, kami kristen gak pernah mau jadiin negara ini negara apapun….

  14. +1 untuk #6

  15. Menanggapi Alyassar :

    Kayaknya takut amat ada Kristenisasi nih? Kalo memang suatu agama merasa dirinya sudah BENAR atau PALING BENAR, kenapa mesti takut pengikutnya pada pindah ke yg laen misalnya “yg laen” itu mendirikan rumah ibadah di lokasi yang ngga seharusnya menurut pemikiran kita?

  16. samalah…
    coba sampeyan mau buat Masjid di lingkungan mayoritas non Islam,
    apakah akan berbeda kasusnya?

    tapi gpp
    kadang kita perlu lembaga yg juga “menyantuni” kaum tak mampu yang belum tergarap walau dg upaya untuk menambah “kuantitas”

    (jadi inget pembagian beras di kampung saya dulu) 🙂

  17. Duh ruwet dah… 😕

    1. Boleh bangun, tetapi ukuran dan penampilan gereja tersebut tidak boleh lebih besar dan mencolok dibanding masjid terdekat. Karenya itu yang disebut TOLERANSI

    2.Tidak boleh membangun gereja jika ukuranya berlebihan, sekarang coba pikir, buat apa bangun gereja besar di daerah yang umat kristen / katholiknya sedikit

    3.TOLERANSI : Buat gereja kecil di daerah yang mayoritas muslim. Buat Gereja besar di daerah yang mayoritas agamanya kristen/katholik. Itu namanya toleransi.

    4.Bangun Gereja besar di daerah muslim atau masjid raya di daerah kristen/katholik ? itu namanya kurang ajar tapi berkedok toleransi!

    5. Bangun sesuai kebutuhan lah …

  18. ini menunjukkan umat islam belum dewasa.d amerika saja,walaupun masih ada sisa2 trauma mengenai teroris th 2001,mayoritas kristiani membiarkan muslim bebas beribadah.bahkan di bilang Islam agama damai.Damai apaan,masak orang beribadah dilarang.Lach, kita ini khan negara Pancasila,bukan negara Islam.Tak ada yang harus ditakuti dengan hal tersebut.jangan paranoid mengenai Kristenisasi.justru kalau takut, akan makin menyebar loch

  19. Saya hanya ingin menambahkan….mungkin ukuran TOLERANSI, masing masing PRBADI berbeda kali ya….
    Didaerah saya, Ciputat Jakarta Selatan yang mayoritas masyarakatnya Muslim (pastinya!) ada Bangunan Gereja hampir berhadapan dengan Bangunan Masjid (hanya selisih +-50 m) Kalau misa sore hari, ( hari Sabtu & Minggu, jam 18.00- 19.30) berkumandang nyanyian pujian dari Gereja, sementara juga terdengar kumandang Azan Maghrib atau Isya dari Masjid seberang…Selama ber tahun tahun hidup berdampingan…dan menjalankan ibadah masing2, tanpa merasa saling terganggu….Ah betapa Indahnya Kebersamaan….
    Ada juga Pura (Hindu Bali ?) di tengah pemukiman yang masyarakatnya mayoritas Muslim. Di sebelah kanan jarak +- 50 meter ada Mushola, sebelah kiri +-100 m ada Masjid… selama ini juga baik baik saja….
    Mayoritas penduduk Indonesa beragama ISLAM…Jadi, dimana umat agama lain selain Muslim bisa membangun tempat Ibadah atau menjalankan Ibadah nya….? Hanya sebuah pertanyaan dengan tanda tanya besar kepada rekan Mulut dan penulis komentar no 7 diatas (maaf namanya tertutup Sonific SongSpot)

  20. welgedewelbeh,

    4 V ris

    “hampir seluruh jemaat misa tersebut berasal dari luar wilayah Pondok Cabe”

    Begini mbak/mas, mulut ini ngomong kasuistik saja, berdasarkan tulisan di atas. trus didukung dengan pasal pendirian bangunan tempat ibadah diatas (baca lagi deh undang-undangnya di artikel di atas). La, kalau dibangun didaerah situ siapa yang membutuhkan? orang hampir semua orang disitu ga butuh. Bukankah jemaat misa berasal dari daerah lain? Trus yang dibangunkan tempat ibadah itu siapa ?

    4 shalom
    Itu karena anda masih berpikir sempit saja, anda ini kayaknya naif dan nggak banyak liat berita, Amerika itu kebijakan LN-nya dengan menjajah afghanistan dan irak merupakan politik dua muka. Bilang welcome to Islam di sisi lain nggebukin orang Islam. Atau kebijakan baru soal imigrasinya, dimana semua orang dengan nama arab atau islam …. akan diperiksa dengan sangat ketat sebelum bisa menginjakkan kaki ke Amerika, boro-boro beribadah dengan enak, memiliki nama islam saja sudah didiskriminasi. he he he Jangan terlalu menganggap hebat amerika lah. Cerita lain di Australia juga baru-baru ini ada demo besar-besaran atas pendirian sekolah islam. Padahal jumlah orang islam di tempat itu sudah cukup representatif dan sudah proporsional untuk memenuhi asas kebutuhan mereka atas sekolah islam.

    Saran mulut coba merenung lagi deh soal hubungan mayoritas dan minoritas (ingat: jangan lagi seperti katak dalam tempurung dalam merenung). Silahkan bayangkan sendiri, bagaimana jika mental mayoritas muslim di Indonesia itu seperti mental mayoritas kristen di Amerika ……. Menurut mulut, toleransi, tenggang rasa, sikap welcome yang ditunjukkan oleh mayoritas muslim di Indonesia itu sudah luar biasa.

    Mulut sudah merasakan tingggal sebagai minoritas di daerah Indonesia yang mayoritasnya bukan Islam. Seperti di Bali atau di tempat lainnya. Saya yakin kesulitan orang kristen untuk mendirikan tempat ibadahnya di lingkungan yang mayoritas islam, sama besarnya dengan kesulitan orang Islam mendirikan tempat ibadahnya di tempat yang mayoritasnya bukan orang islam tersebut.

    4 all
    Motivasinya itu jangan bereaksi karena ketakutan lah …. be sensible in proportion. Yang masuk akal aja deh …. pikir sendiri. Mulut kira hati nurani anda nggak akan berbohong dan akan bilang gimana yang namanya masuk akal itu. Jadi mari kembangkan sikap toleransi yang bener, yang masuk akal gituuu lho …. secara praktis ya seperti yang diusulkan Retorika

  21. Sebagai kesimpulan menurut saya, ada baiknya Pemerintah kita harus turun tangan untuk mengalokasikan penduduk Indonesia. Penduduk yang satu agama harus tinggal di tempat yang sama, tidak boleh campur, pasti bebas membuat tempat ibadahnya mau setinggi langit atau seluas lautan. Biar semua pada senang…..

  22. Kalau di Jepang seperti di Indonesia, tempat beribadah harus dibangun berdasarkan mayoritas penduduknya, orang islam di sini sampai kapaupun enggak bakalan bisa membangun mesjid. Tapi untung di negara yang sekuler seperti ini pun, peraturan yang diskriminatif seperti itu tidak ada. Walaupun saya muslim, saya tidak keberatan ada gereja di tengah-tengah komunitas islam. Malah bagus khan, kesempatan untuk berinteraksi jadi bertambah. Saya harap saudara-saudara muslim di Indonesia tidak bersikap egois. Coba bayangkan bagaimana kalau misalnya kita yang minoritas. Tentunya kita ingin orang lain menghormati kebebasan kita beribadah khan.

  23. 4 mas/mbak Mulut
    Setahu saya biasanya:
    1. siapapun yang mau membangun rumah ibadah…pasti berusaha memenuhi peraturan pemerintah kalau tidak namanya melanggar hukum….dan pasti akan kena sangsi Hukum oleh pemerintah
    2. Setiap mau membangun rumah Ibadah, syarat2 internal pun juga harus dipenuhi….yaitu jumlah umat yang tinggal di sekitar nya…
    persis seperti tulisan anda ” La, kalau dibangun didaerah situ siapa yang membutuhkan?”

    Yang sering terjadi memang sulit untuk memenuhi syarat pasal 14 (b.) Dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 (enam puluh) orang yang disahkan oleh lurah/kepala desa;

    dan tanpa syarat2 tersebut diatas “biasanya” pembangunan tidak jadi dilaksanakan…kemudian “pindah” cari tanah lagi cari izin lagi…dst…
    Apakah oknum2 yang akan membangun gereja tersebut telah melanggar aturan? sayang dalam berita detikcom diatas tidak disebutkan…hanya ada kalimat “Kami menolak, karena mayoritas warga di sini muslim,” kata koordinator aksi, Zarkasih,”

    Rasa toleransi yang bener dan masuk akal masing2 pribadi memang beda…terbaca dari komentar rekan2 disini yang juga berbeda…

    Expresi hati saya adalah keprihatinan saya membaca artikel detickom tsb diatas dan keprihatinan kejadian2 yang lain…
    kata “semoga”…artinya doa saya…

    Apabila ada komentar saya menyinggung saya mohon maaf…
    semoga diskusi ini menambah wawasan dan bahan renungan bagi saya….agar tidak “seperti katak dalam tempurung”

  24. heran…picik banget sih pikirannya.
    kl mau sendiri2, ke hutan aja loe!
    emang kl gereja dibangun, loe semua pada kepanasan?
    kalo iya, berarti loe se**n 😉

  25. betul…saya heran dengan pikiran orang Indonesia yang masih BODO !!
    kalau memang di mayoritas tidak boleh membangun bangunan minorotas, knp harus ada agama Kristen di Indonesia?? kan KATANYA di Indonesia mayoritasnya agama Islam…(walaupun hanya sekedar KTP)
    nampaknya pendidikan di Indonesia harus segera dibenahi biar masyarakat Indonesia SADAR bahwa Kebersamaan itu sangatlah indah…

  26. Di hutan juga berbagi sih…ada goa berbagi sama beruang ato setan. Ada pohon berbagi ama uler ato macan kumbang ato monyet. Di padang rumput berbagi sama herbivora ato macan ato singa. Kalo ada berbagi berarti toleransi juga ujung2nya… emang susah jadi manusia, yg simpel dibikin ribet.

  27. Busyet dah, di daerah mana yg mayoritas penduduknya bukan muslim ? Busyet dah, apa kaga tau 85-90% penduduk Indonesia beragama Islam? Busyet dah apa Gereja cuma boleh di bangun di Maluku aja atau daerah yg mayoritas agamanya Kristen? Kenapa seh banyak orang sirik…..busyet dah….cuma bangun gereja / tempat beribadah aza di persulit. Buyset dah lebih gampang bangun tempat pijat esek” kali yach ? Busyeeet dagh…makin susah aza di Indonesia !!!

  28. kalau guwe punya duit guwe mau bangun masjid di daerah yang tidak ada orang islamnya, biar penduduk sekelilingnya guwe masukin islam dan mereka yang mengisi masjid.

  29. Memang pada kenyataan aksi penolakan terjadi namun tidak menutup kemungkinan akan terjadi tindak kekerasaan yang dahsat terjadi di daerah tersebut, seluruh elemen mudah di provokasi hanya demi kepentingan beberapa elemen saya tidak bisa menyebutkan asumsi banyak baik dari internal, pemerintah, dan warga KITA INI SEMUA BODOH DAN MUDAH DI ADU DOMBA MEMENG BANGSA INDONESIA DARI DULU SEPERTI NTU………… komunitas independen pamulang anti struktural

  30. MEmang permasalaahan di sana berlarut- larut entah dari konflik internal , pemerintah, dn warga kita semua ini BODOH dan Tolollll mudah di adu domba oleh kepentingan beberapa elemen pasukan – pasukan dari setiap elemen dan strategi 2x yang dibuat sedang di bangun untuk meruncingkan masalah tersebut dan akan terjadi aksi kekerasaan yang dahsyat bila tidak ada jalur diplomasi serta kesepakatan WASPADALAH semua berita , wartawan , ormas harap lebih jeli menghadapi permasalahan tersebut ( komunitas independen pamulang)

  31. apa an sie,,, kaga penting bro,,,, nie bukan jaman batu… kalo mau tawur … 1 lawan 1

  32. Menanggapi Alyassar :
    Say sangat setuju dengan pendpat wongndesho dan RETORIKA

  33. susahnya mau beribadah ya…padahal di UUD jelas2 ditulis tentang kebebasan beragama….masalah toleransi?depan rumah saya ada lapangan selalu buat sholat ied, nggak pernah proes saya, listriknya juga diambil dari rumah saya, nggak pernah protes saya. saya seneng malah bantu orang lain beribadah, nggak tau saya terislamisasi juga karena mayoritas komplek saya orang muslim

  34. mendingan ente2 urusin kita2 dulu, sebelum ngelarang2 orang lain beribadah

  35. kog bingung takut semua jadi kristen ???kalau gitu gimana kan yang baik ditiru //

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: