Pernyataan Sikap: Negara Sebaiknya Bersikap Adil dan Netral

Dibawah ini adalah pernyataan sikap yang telah dibacakan oleh Ibu Shinta Nuriyah dalam acara Halal bi Halal Lintas Iman Menuju Indonesia tanpa Kekerasan, yang diselenggarakan pada hari Jum’at 9 Nopember 2007 pk. 20.00 di Univ. Paramadina Jl. Gatot Subroto Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh :

– ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace)
– The Wahid Institute
– Jemaat Ahmadiyah Indonesia
– AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan)
– BPKBB (Badan Perjuangan untuk Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan)

Salam damai

PERNYATAAN SIKAP

Negara Sebaiknya Bersikap Adil dan Netral

Terhadap Semua Penganut Kepercayaan, Sekte, dan Agama.

Kami yakin sepenuhnya bahwa semua agama mengajarkan keharusan menghormati sesama manusia, tanpa pembedaan apa pun. Agama-agama juga tidak membenarkan pemaksaan keyakinan kepada orang lain. Ajaran agama yang bersifat universal inilah yang menginspirasi para the founding fathers Indonesia merumuskan Pancasila sebagai landasan ideologi negara. Nilai-nilai penghormatan terhadap manusia ini kemudian menjadi asas dalam penyusunan konstitusi, UU Dasar 1945.

Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (1948) menyatakan secara tegas penghormatan terhadap kemerdekaan manusia, terutama kemerdekaan dalam beragama dan berkeyakinan. Berikutnya, Undang-Undang No. 12/2005 tentang Ratifikasi Kovenan Hak Sipil dan Politik, khususnya pasal 18, lebih tegas mengakui hak kebebasan beragama dan berkepercayaan.

Karena itu, atas dasar Pancasila, UU Dasar 1945, dan sejumlah perundang-undangan HAM lainnya, negara khususnya pemerintah dan aparat penegak hukum, harus bersikap adil dan netral di dalam masalah keagamaan. Negara tidak boleh mencampuri masalah keyakinan dan kepercayaan penduduk. Negara cukup mengawasi agar tidak satu pun warga negara yang mengalami intimidasi, dominasi, dan kekerasan atas nama agama apa pun alasannya.

Dalam konteks demokrasi, negara tidak boleh mencampuri urusan keagamaan warganegara, apalagi melakukan kriminalisasi terhadap seseorang atau kelompok yang meyakini sebuah ajaran dan kepercayaan. Mendorong permasalahan privat ke wilayah publik di dalam konteks kebebasan beragama/kepercayan merupakan pengingkaran terhadap demokrasi.

Negara tidak boleh membiarkan sikap saling tuduh, sesat menyesatkan dan terlebih lagi penyerangan terhadap kelompok yang dianggap berbeda agama, kepercayaan dan aliran. Sebab, kondisi ini sangat mengganggu proses national building dan perwujudan damai dan kerukunan agama di tanah air. Sekaligus membahayakan eksistensi bangsa Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut, maka kami mendesak pemerintah, aparat negara, elemen negara, organisasi keagamaan, dan elemen masyarakat lainnya sebagai berikut :

Pertama, menuntut negara untuk bersikap netral dan adil dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Mencegah timbulnya kasus-kasus penyesatan dan kriminalisaasi terhadap kelompok keagamaan, kepercayaan, dan keyakinan apa pun.

Kedua, menuntut negara agar tidak menggunakan fatwa MUI sebagai acuan hukum. Indonesia adalah negara hukum. Seluruh peraturan dan perundang-undangan harus selalu mengacu kepada PANCASILA dan Konstitusi UUD 1945.

Ketiga, menuntut negara untuk secara aktif memfasilitasi dan membuka ruang dialog secara damai, setara dan terbuka. Menuntut negara memberikan perlindungan kepada pimpinan dan anggota komunitas yang dituding sesat dan sebagainya.

Keempat, menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersikap inklusif dan tidak panik menghadapi munculnya berbagai aliran keagamaan, keyakinan dan kepercayaan; serta menghentikan tindakan-tindakan yang mengarah pada kekerasan, baik secara fisik maupun verbal.

Kelima, menghimbau kepada semua pemuka agama untuk menghentikan klaim sesat dan menyesatkan kepada kelompok lain. Fatwa penyesatan justru menjadi pendorong, pemicu, dan pembenaran tindak kekerasan oleh kelompok masyarakat tertentu.

Keenam, menuntut negara untuk tidak membatasi hak kebebasan berkumpul dan beribadat pada komunitas tertentu.

Demikian pernyataan kami.

Jakarta, 9 Nopember 2007

Hormat Kami

ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace)

The Wahid Institute

Jemaat Ahmadiyah Indonesia

AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan)

BPKBB (Badan Perjuangan untuk Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan)

============ ========= ========= ========= ==
Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)
Jl Cempaka Putih Barat XXI No. 34
Jakarta Pusat 10520
Telp. 021 4280 2349/ 42802350
Fax. 021-422 7243
HP. 0852-81481413
Email: icrp@cbn.net. id
http://www.icrp-online. org

5 Tanggapan

  1. Setuju 100%… negara harus melindungi warganya tanpa membeda-bedakan keyakinannya… pemuka beragama mengajari umatnya untuk menahan diri, bukan ikut mendukung kekerasan yang mengatasnamakan pembelaan terhadap agama….

  2. Untuk mengetahui dengan sejelas-jelasnya tentang perselisihan persepsi antara agama-agama dan didalam agama itu sendiri telah diterbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:
    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap kitab-kitab suci agama-aganma selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millenniuam ke-3 masehi.

  3. 1. Tanpa Panca Sila sebagai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Kepulauan Nusantara ini dapat dipastikan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak akan ada.

    2. Bumi ini kecil, dipenuhi oleh berbagai macam otak manusia, nah kalau ada yang berjuang menyamakan otak manusia di seluruh dunia, apa jadinya? pasti ribuuuut teruss, kapan damainya? sampai hancur kena meteor ini bumi baru aman kayaknya.

  4. Buku Panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”

    1. Telah diserahkan pada hari senin tanggal 24 September 2007 kepada Prof. DR Siti Musdah Mulia, Ahli Peneliti Utama Litbang Departeman Agama RI untuk diteliti sampai ada keputusan membenarkan atau menolak dengan hujjah sebagaimana hujjah buku itu.

    2. Telah dibedah oleh:

    A. DR Abdurahman Wahid, islam, Presiden Republik Indonesia ke-4 tahun 1990-2001.

    B. Prof. DR Budiya Pradipta, Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dosen FS Universitas Indonesia..

    C. Prof DR. Usman Arif, Khonghucu, dosen Filsafat UGM

    D. Prof DR Robert Paul Walean Sr. pendeta Nasrani, seorang peneliti Al Quran sebagaimana Soegana Gandakoesoema peneliti Al Kitab perjanjian lama dan perjanjaian baru.

    Pada hari kamis tanggal 29 Mei 2008, jam 09.00-14.30, tempat diauditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, jl. Salemba Raya 21A, Jakarta Pusat dalam rangka seminar & bedah buku pada peringatan satu abad (1908-2008) kebangkitan nasional dan “kebangkitan agama-agama” millennium ke-3 masehi dalam acara hari/tanggal Selasa 27 Mei – Kamis 29 Mei 2008, dengan tema merunut benang merah sejarah bangsa untuk menemukan kembali jati diri Panca Sila Indonesia.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  5. Negara wajib neteral tentang agama
    Baca buku Bhinneka Catur Sila Tunggal Ika
    tersedia di
    Perumahan Puri BSI Permai Blok A3
    Jl. Samudera Jaya
    Kelurahan Rangkapan Jaya
    Kecamatan Pancoran Mas
    Depok 16435
    Telp. /Fax. 02177884755
    HP. 085881409050

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: