UMAT KATOLIK BERPUASA DAN BERPANTANG


UMAT KATOLIK BERPUASA DAN BERPANTANG

Masa puasa umat Katolik berangkat dari masa puasa yang pernah dilakukan oleh Yesus selama 40 hari di padang gurun, Nabi Elia di dalam perjanjian lama dan tokoh-tokoh lainnya dalam Kitab Suci.
.
Pada tanggal 21 Februari 2007, umat Katolik memulai masa puasa atau sering disebut juga masa prapaskah. Masa puasa atau prapaskah adalah masa sebelum Paskah yaitu sebelum pengenangan kisah sengsara, wafat di salib dan kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga.

Masa puasa ata prapaskah bagi umat Katolik mengandung dua wujud utama. Wujud pertama adalah mengenang peristiwa pembaptisan atau mempersiapkan para katekumen (orang yang sedang belajar tentang iman Katolik dan berniat akan menjadi Katolik). Wujud kedua adalah masa pertobatan secara intensif. Orang Katolik harus mengendalikan segala nafsu kegagingannya atau kenikmatan duniawi demi mengejar pertobatan diri.

Masa puasa dimulai pada hari Rabu Abu dan berakhir pada Kamis Putih (sebelu Jumat Agung = wafatnya Yesus Kristus). Dengan mengendalikan nafsu kedagingan seperti mengurangi makanan, minuman dan kelekatan-kelekatan diri pada hal-hal duniawi (rokok, seks dll), umat Katolik diminta banyak mengolah batin dengan berdoa, melakukan amal dan selalu mengubah diri dari habitus lama menjadi habitus baru.

Masa pantang adalah larangan keras atau wajib hukumnya untuk tidak makan daging atau berpesta pora. Masa pantang wajib dilakukan pada Rabu Abu dan setiap Jumat. Yang lebih kramat sifatnya adalah Jumat Agung. Pada hari itu umat Katolik wajib berpuasa dan berpantang demi mengenang penderitaan hingga kematian Yesus.

Tema masa puasa atau prapaskah tahun 2007 -2011 adalah usaha mewujudkan kesejatian hubungan sosial. Semoga dengan berpuasa dan berpantang, umat Katoli mampu mewujudkan hubungan yang sejati kepada sesama umat, sesama warga negara dengan berdasarkan pada hukum cinta kasih yaitu CINTA KEPADA TUHAN DAN SESAMA.Amin.
(Pormadi Simbolon, SS, mantan frater Karmelit)