PRAKTEK PEMBENTUKAN DIRI (sambungan)

PRAKTEK PEMBENTUKAN DIRI (sambungan)

Tahap III: Tahap Melangkah dan Keterampilan Memulai

a. Pengertian

Setelah kita mengenal keadaan kita, maka kita akan mengerti akar-akar dalam diri kita yang memunculkan keadaan itu  dan kita mengerti kemana tujuan kita, tahap berikutnya adalah tahap melangkah. Kita melangkah dari kedudukan di mana kita ke tempat yang kita inginkan. Kita bertindak, menyusun langkah-langkah yang tepat dan sistematis menuju tujuan.

b. Pelaksanaan

Untuk memperlancar proses menuju tujuan ini kita gunakan keterampilan memulai. Keterampilan memulai mengajak kita untuk melihat langkah-langkah yang harus kita ambil untuk mencapai tujuan kita. Kita menyusun langkah-langkah itu secara sistematis menurut jadwal waktu tertentu. Keterampilan-keterampilan itu  secara sistematis menurut jadwal waktu tertentu. Keterampilan memulai mempunyai empat langkah

:1)     Menentukan tujuan

2)     Memilih langkah-langkah untuk mencapai tujuan

3)     Memilih langkah-langkah pertama dan berikutnya

4)     Menentukan jadwal waktu

Mari kita ikuti contoh ini. Ali masuk tahap melangkah dengan menggunakan keterampilan memulai. Ia menentukan tujuan dengan bertanya pada diri, “Apa tujuan saya?” Ia menjawab, “Tujuan saya adalah Mengikuti kuliah secara  intensif dan memanfaatkan kegiatan rohani: pendalaman iman, kelompok Kitab Suci dan mengikuti kegiatan rohani bersama baik lingkungan maupun di kampus sebagai kesempatan memperdalam arti hidup.

Niat tinggal niat tanpa menentukan langkah-langkah konkrit biasanya mudah kandas. Maka ia bertanya, “Apa langkah-langkah yang akan kutempuh untuk mencapai tujuan saya?” Ia kemudian memilih langkah-langkah untuk mencapai tujuan:

  • Saya akan rajin belajar dan mengikuti kuliah di Universitas Indonesia.
  • Saya akan mengikuti kegiatan pendalaman iman/ penyegaran rohani agama saya.
  • Saya akan membeli Kitab Suci dan rajin membacanya.
  • Saya akan ikut kegiatan rohani bersama baik di kampus maupn di lingkungan.
  • Saya akan merenungkan dan menghayati apa arti dan tujuan hidupku.

Ali merasa bahwa dengan langkah-langkah itu keinginan memanfaatkan kegiatan rohani untuk memperdalam arti hidup dapat terlaksana. Ia tidak dapat mengambil langkah-langkah itu sekaligus, karena langkah-langkah itu ada yang mudah dilaksanakan dan ada yang sulit. Ia akan menyusun langkah-langkah itu secara sistematis dari yang paling mudah ke yang paling sulit. Ia menentukan sebagai langkah pertama, “Saya akan mohon kekuatan kepada Allah dalam setiap doaku agar dapat mengatasi kemalasan saya dan dapat mengerti arti hidup”. Mengapa langkah pertama harus ditentukan lebih dulu, karena langkah pertama adalah langkah penting untuk memancing langkah-langkah berikut. Seorang bijaksana, Lao Tse pernah mengatakan, “Sebuah pohon sebesar anda bermula dari sebuah biji yang kecil; perjalanan seribu mil berawal dari sebuah langkah kecil”. Pepatah bijaksana ini patut kita pegang dalam setiap langkah kita membentuk diri kita.

Setelah menentukan langkah pertama, ia menentukan langkah-langkah berikutnya:

1)     Saya akan memohon kekuatan kepada Allah dalam setiap doaku agar dapat mengatasi kemalasan saya dan secara mendalam dapat mengatasi arti hidup ini. Dalam doa saya akan meyakinkan diri bahwa Allah dapat mengubah dan membentuk saya.

2)     Saya akan mengikuti jadwal kuliah dengan persiapan malamnya sebelum jam kuliah dimulai.

3)     Saya akan mencari jadwal kegiatan pendalaman iman atau kegiatan rohani baik di lingkungan maupun di kampus.

4)     Saya akan mengikuti kegiatan kelompok Kitab Suci.

Setelah menentukan langkah-langkah itu, ia lalu menentukan jadwal kapan ia harus memulai melakukannya. Ia lalu menetapkan bulan, minggu, hari dan jam pelaksanaan secara tepat.Sekarang Ali memiliki program langkah terorganisasi rapi. Ia mengerti mulai dan kapan mengharapkan mencapai tujuan. Ia mengerti apa yang harus dilakukan setiap hari, minggu, dan bulan. Dengan cara ini, Ali didorong untuk melangkah terus pelan-pelan karena merasa programnya telah teratur. 

Tahap Akhir: Evaluasi

a. Pengertian

Untuk mengetahui apakah program itu terlaksana dengan baik atau tidak, setiap malam Ali meluangkan waktu 10 menit untuk mengevaluasi pelaksanaan programnya. Tanpa evaluasi program langkah belumlah lengkap.Evaluasi berarti melihat kembali bagaimana program langkah itu dipenuhi; dimana kekuatan-kekuatan dan kelemahannya; pembenahan apa yang perlu dilengkapi; bagaimana kita membangun dan menguatkan motivasi dalam diri kita; bagaimana menjamin keberhasilan dalam penyempurnaannya.

b. Pelaksanaan

Demi keberhasilan program, sebaiknya kita tidak menginjak langkah yang lebih lanjut sebelum yang mendahuluinya sepenuhnya tercapai. Jadwal waktu hendaknya fleksibel sehingga ada kemungkinan diadakan pembenahan berdasarkan perkembangan pelaksanaan. Jadi satu langkah mungkin bisa dilaksanakan lebih cepat, yang lain lebih lambat.

Mungkin yang paling sulit dari pelaksanaan program ini adalah mempertahankan semangat kita dalam memenuhi apa yang telah diputuskan. Di sini pemakaian perangsang positif dan negatif akan sangat  membantu yaitu: memberi hadian kepada diri sendiri bila mengambil langkah dengan tepat dan menghukum bila malas atau ada faktor lain yang membuat kita gagal memenuhi apa yang telah kita temukan. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: