KONSEP TUHAN MENURUT ARISTOTELES

KONSEP TUHAN MENURUT ARISTOTELES

Menurut Aristoteles, dalam proses perubahan yang bergerak dari materi menuju forma, mengandaikan adanya forma terakhir yang tidak dapat “dikeruhkan” lagi dengan materi (tidak dapat menjadi materi yang baru). Inilah forma terakhir (actus purus). Kalau demikian halnya, maka harus ada pula penggerak pertama yang tidak digerakkan. Penggerak pertama itu adalah forma yang tak bermateri; tujuan tertinggi yang menyebabkan semua gerak.

Boleh disimpulkan bahwa seluruh kenyataan bergerak antara dua kutub abstrak yaitu materi yang tak berbentuk dan forma yang tak bermateri. Di sinilah kita dapat menyebutnya Tuhan. Tuhan ini tidak bermateri, hanya kenyataan atau realitas saja. Ia juga roh murni (nous); pikiran semata. Ia tidak dapat memikirkan dunia; hanya memikirkan dirinya sendiri. Dan ia puas dengan dirinya sendiri, tidak memiliki hubungan sama sekali dengan dunia. Aristoteles sama sekali tidak mengenal Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Tuhannya adalah Tuhan para filsuf dan bukan Tuhannya Abraham, dan sebagainya.

2 Tanggapan

  1. TUHAN TUHAN TUHAN…
    Apakah tujuan hidup ini untuk memikirkan tuhan,mencari tuhan, mengenal tuhan ataupun mengetahui tuhan, apakah hanya mendekatkan diri kepada tuhan, mengikuti perintah tuhan, samakah tuhannya kristes, Islam, budha, hindu atau pun yang lainya. bukankah sejak thales, plato,aristoteles, sampai ibnu sina al-farabi, telah mencari tentang TUHAN. Dan yang speektakuler adalah TUHAN yang di temukan nabi Ibrahim. apakah mungkin yang dicari para pemikir baik itu filsafat, tasauf. dan lainya. memikirkan TUHAN YANG DI TEMUKAN IBRAHIM atau TUHAN YANG MENCIPTAKAN IBRAHIM. BUKANKAH ISLAM MENGENAL TUHAN YANG DIBAWAH OLEH IBRAHIM MELALUI AJARANYAN, TENTANG KONSEP KETAUHIDAN, YANG DIWARIKKAN KEPADA PUTRANYA ISMAIL YANG MERUPAKAN IDE WAWAL AJARAN NABI MUHAMMAD SAW.

  2. Bagaimana Aristoteles mengajari Alexander The Great tentang konsep ketuhanan? Mengapa di Quran disebutkan jika Alexander The Great seorang yang berdialog dengan Allah, bahkan berdakwah? Yang mana yang benar? Mohon pencerahan langsung ke email saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: