PLATO (sambungan)


PLATO (sambungan)

03. Dunia Idea

Di dalam teorinya “dunia idea”, Plato menerangkan bagaimana hubungan antara idea universal dengan ada yang berubah-ubah. Hal ini diterangkannya dengan menunjukkan bahwa dari segi ada, realitas bisa digambarkan dengan dua dunia, yaitu: dunia ada yang sungguh, dan dunia ada yang berubah-ubah. Dalam diri manusia, dunia ada yang sungguh ini berada di dalam budinya, sedangkan dunia ada yang berubah-ubah berada di dalam inderanya.

Mengenai hubungan anatara dua dunia itu, dia mengatakan: ens yang ada di dunia ide merupakan model dari ens-ens yang ada di dunia kita.  Tetapi ens yang ada di dunia kita tidaklah bisa persis sama dengan modelnya (ada manusia gemuk, kurus dan sebagainya; meskipun berbeda, tetapi tetap dikatakan bahwa mereka adalah manusia. Dan yang bisa menentukan apakah benda-benda  itu sama/ mirip dengan modelnya adalah budi manusia.Ada di dunia kita ini mengambil bagian dari ada di dunia idea. Dunia kita ada karena dunia kita mengambil bagian dari dunia yang tetap ada dan mutlak. Manusia disebut manusia karena “ada manusia” di dunia kita mengambil bentuk serupa dengan “ada manusia” yang ada di dunia idea.

Adanya perbedaan-perbedaan di antara manusia disebabkab oleh:

  • ada manusia hanya mengambil bagian dari suatu partisipasi dari ada yang tetap dan mutlak. Sehingga ada yang di dunia kita tidak sempurna.
  • dalam dunia kita, manusia adalah aktor sejauh interpretasi dari si aktor itu. Sedangkan aktor sesungguhnya hanya ada dalam dunia idea. Tetapi pada dasarnya, mereka tetap sama, yaitu memerankan yang satu dan sama.

Tampaknya ada kebingungan dalam diri Plato: apakah semua benda di dunia ini ada ideanya di dunia idea? Dalam tulisannya, Plato tidak menjelaskan hal ini. Ia lebih menekankan bahwa dunia idea diisi dengan kategori-kategori universal: yang baik, yang indah, yang sama, yang berlawanan dan sebagainya.

Dia selanjutnya mengatakan bahwa ada tingkat realitas ada di dunia idea dan mengatasi semua yang ada di dunia idea yaitu “Sang Baik”. Dari sinilah kemudian muncul yang indah dan sebagainya, lalu muncul benda-benda yang ada di dunia ini sebagai model dari dunai idea.

AKU BERKATA-KATA BUKAN DARI DIRIKU SENDIRI


AKU BERKATA-KATA BUKAN DARI DIRIKU SENDIRI

Rabu, 10 Mei 2006

Bacaan: Yoh 12:44-50

==============================

Perikop ini menyatakan bahwa Yesus adalah utusan Bapa ke dunia. Ia diutus Bapa ke dunia. Ia diutus membawakan perintah, pesan, firman, terang dan hidup ke dunia agar semua orang memperoleh keselamatan. Intinya Dia barkata-kata di depan publik bukan dari diriNya sendiri tetapi atas dasar perintah Bapa.

Yesus benar-benar utusan Allah karena sudah terbukti dari karya-kary yang dilaksanakannya dalam mewartakan warta keselamatan bagi manusia. Namun bukti-bukti tersebut tidak gampang membuat orang-orang Yahudi cepat percaya pada Dia, sebab mereka lebih  menyukai kehormatan manusia daripada kehormatan Allah (Yoh 12:43).

Yesus Kristus sudah membawakan kepada kita sabda dan perintah kehidupan dari Bapa di sorga. Apakah kita menerima dan lalu melaksanakanNya? Atau menolak dan lalu lebih menyukai kehormatan manusia? AMIN

 (Pormadi Simbolon)

04. KELEKATAN-KELEKATAN TIDAK TERATUR


04. KELEKATAN-KELEKATAN TIDAK TERATUR

Sejak masa kecil kita sudah mempunyai ikatan persatuan dengan keluarga, sahabat, teman dan sesama. Kasih tanpa ikatan dak dapat dimengerti. Kita juga lekat pada hak milik, negara, profesi kita dan pada sarana-sarana yang kita gunakan untuk kesuksesan  hidup kita.

Kesulitan mulai timbul bila suatu kelekatan menjadi tidak teratur yaitu ketika kita menilai seseorang atau sesuatu lebih tinggi daripada kasih dan pengabdian kepada Allah. Sejauh kita mengasihi Allah di atas segala-galanya dan siap mengorbankan segala sesuatu demi kemuliaan Allah, kita tidak memiliki kelekatan-kelekatan tak teratur. Tetapi pada saat kita atau sesuatu mempesonakan kita sedemikian rupa sehingga kita tidak mempergunakannya sesuai dengan kehendak Allah, ini berarti dalam diri kita ada kelekatan-kelekatan tak teratur terhadap seseorang atau terhadap sesuatu.

05. PENGERTIAN KELIRU TENTANG SEKS

Seks merupakan sesuatu yang indah yang dianugerahkan Sang Pencipta kepada makhlukNya. Seks menjadi sesuatu daya yang kuat yang kita alami dalam diri dan hidup kita.

Daya inilah yang membuat sepasang muda-mudi jatuh cinta, saling menyerahkan  diri seutuhnya dan berdua berprasetya saling mencintai selamanya. Daya  ini mendorong merek untuk saling membantu memperkembangkan diri menjadi ibu dan  bapak yang matang dan yang menyayangi anak mereka.Persoalannya adalah bila daya itu dimengerti dan dihayati secara keliru, maka yang terjadi adalah adalah pengejaran kebutuhan egoistis, memburu kepuasan diri, sehingga hal ini akan merusak relasi diri dengan sendiri, orang lain dan menjauhkan diri dari Allah.

Akibatnya, orang itu akhirnya jatuh pada kesepian batin dan kekecewaan yang mendalam. Pengertian dan penghayatan seks secara keliru benar-benar menjadi penghalang bagi proses pembentukan diri menuju tumbuh kembang pribadi dewasa dan utuh.