Walikota Batu Tutup Izin Yayasan Katolik Bhakti Luhur

UCANews
Reporter Kristiani Pos
Posted: Jul. 07, 2009 15:03:45 WIB

MALANG, JATIM – Pastor Laurentius Heru Susanto, Vikaris umum Keuskupan Malang menyesalkan tindakan pemerintah daerah yang memutuskan menutup izin Yayasan Katolik Bhakti Luhur.

 

Penyesalan ini disampaikan Kepala Paroki Katedral Malang St. Perawan Maria ini kepada UCANews baru-baru ini.

 

“Kami sangat menyesal tindakan itu. Rumah yang telah dibangun hanya untuk melayani rakyat. Tidak ada tujuan lainnya,” ujar Romo Susanto.

 

Tepatnya, 19 Juni lalu, Walikota Batu, Eddy Rumpoko, telah mencabut ijin yayasan Katolik Bhakti Luhur yang di bangun di lahan seluas lima hektar di desa Junrejo. Penutupan ini disusul protes sekitar 1.000 masyarakat dan puluhan organisasi di depan Balai Kota Malang.

 

Laporan lain menyebutkan, sebagian warga yang tinggal di Junrejo telah melakukan protes pembangunan yayasan ini sejak Oktober, ketika awal pembangunan dimulai.

 

Menurut beberapa kelompok Muslim kota Batu mengatakan bahwa wisma tersebut dianggap mengancam keberadaan aqidah Islam.

 

Sebanyak 10 perwakilan ulama dari berbagai ormas melakukan perundingan bersama Walikota Batu, Edy Rumpoko dimana hasil pembicaraan tersebut memutuskan untuk mencabut izin yayasan Katolik Bhakti Luhur.

Sumber: Kristiani Pos

3 Tanggapan

  1. wew, ini tindakan tegas ada prosedur nggak ya ??? salam kenal thanks

  2. berita yang anda kutip dari Kristiani Pos banyak tidak sesuai dengan fakta di lapangan, karena kebetulan saya orang batu.
    ketidaksesuaian itu adalah:
    1. demonstrasi yang terjadi bukan di balai kota malang tapi di balai kota batu
    2. kronologis pencabutan dan demonstrasi tidak runtut dan tidak jelas…perlu diketahui jumat kemarin terjadi lagi demo serupa di depan balai kota batu…ini kan menarik…
    3. latar belakangnya adalah masalah politik lokal dimana pihak pendemo menghendaki walikota batu turun …. kaitan dengan sara sangat kurang signifikan

  3. wah pulau jawa kasian umat katolik ini itu dilarang dengan kekuatan kepentingan politik….coba di kalbar begitu ….gak tau deh reaksi umat katolik…

Tinggalkan Balasan