Kamis, 18 Juni 2009 | 15:41 WIB
Pernyataan pemerintah ini, menurut iklan, membuat Indonesia harus berubah dan memilih pasangan Mega-Prabowo. Iklan ditutup dengan puji-pujian bagi pasangan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan-Gerindra ini.
Iklan ini dibuat dan disunting dengan bagus. Adegan awal, yang menceritakan beratnya hidup rakyat Indonesia, dibuat dengan warna hitam putih yang muram. Di adegan berikutnya, ada adegan yang bukan hitam putih, tapi warnanya juga tetap pudar sehingga kesannya tetap muram.
Begitu adegan pindah ke bagian penutup, saat Megawati dan Prabowo dipuji, iklan menjadi berwarna cerah dan segar, tidak lagi hitam putih.
|
Narasi: Tingginya harga sangat menyengsarakan kita semua.
Gambar: Iklan dibuka dengan adegan lembaran uang di dompet yang jumlahnya berkurang. Gambar hitam putih yang muram.
|
Narasi: Setiap pagi para pekerja tak mampu membeli bahan bakar minyak dan transportasi. |
||
| Narasi: Uang mereka terus menipis. Setiap malam kekurangan pangan. |
Narasi: Sementara pemerintah kita berkata, bahwa ekonomi kita kuat.
Gambar: Istana Negara dimunculkan saat narasi menyebut pemerintah sekarang.
|
||
| Narasi: Bahan bakar dan pangan jauh lebih kuat. |
|
||
|
Narasi: Kita tak bisa makan janji. Saatnya perubahan: Mega Prabowo.
Gambar: Iklan yang tadinya muram, dengan warna hitam putih, menjadi riang dan cerah karena menjadi berwarna. Adegan ini menandai bagian puja-puji terhadap Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.
|
DIarsipkan di bawah: EDITORIAL, JK-Win, Mega-Pro, Megawati Soekarnoputri, Prabowo, SBY Berbudi, berita, demokrasi, etika, hak asasi manusia, hukum, kebangsaan, konflik, partai politik, pemerintahan/ birokrasi, pemilihan umum 2009 (PEMILU), politik, reformasi, sby



















ya begitulah politik ………..