Assalamualaikum pak SBY,
Aku masih inget ketika SBY menjabat MENKO POLKAM era presiden Megawati SBY dikritik habis habis oleh Taufiq Kemas (TK) SBY dianggap jendral kok kayak anak TK Semua orang marah termasuk saya dan saya bersama temen-temen membela dan mewujudkan SBY harus jadi Presiden Saya dan temen temen bikin komuinitas penggebos partai Karena SBY jadi Ikon Partai demokrat saya dan temen temen dalam komunitas menggalang untuk mendukung demokrat.
Al Hasil hjarapan besar saya dfan temen temen buyar pasalnya begitu SBY bikin kabinet terlihat gamang lebih kuat JK-nya dan yang fatalnya lagi SBY jauh dari keinginan rakyat Pertama SBY diangkat jadi RI 1 selogan jangan banyak bicart tapi kerja ntah kenapa SBY berubah mudah mengkonfrontasi ketika dikritik
SBY gampang panasan dikritik dikti telinganya merah nampak seperti yang selalu disampaikan JUBIR yaiti Andi Malarangeng
SBY lupa siapa yang berjuang tanpa pamrih tuk naikan SBY jadi RI1 adalah temen-temen yaitu rakyat bukan orang orang Demokrat bukan pula mesin politik Golkar atau mesin poltik JK dan mesin poltik Demokrat
tapi bener benar cita cita rakyat yang marah karena SBY dianggap kecil oleh TK dan Mega
Hal ini jangan sampai terjadi SBY sudah melukai Rakyat SBY telah membungkam rakyat yang klritis
lihat kebijakan mencopot Rizal Ramli yang hanya tidak sepaham dengan pemerintah dan menangkap Sekjen Indonesia Bangkit yang mencoba mencerdaskan rakyat.
Kalau orang di luar negeri bisa ditangkap karena dianggap mengorganisir tapi kenapa Pembobol uang rakyat yang lari ke Luar negeri BIN yang dikomandani Samsir Siregar tak bisa berkutik terkangkutkah BIN di ranah pencucian uang
Kalau SBY tidak bisa menghadang polisi yang sewenang wenang masuk kampus tanpa pakai ETIKA dan mengahncurkan kampus seperti di UNAS kenapa polisi itu semua tidak di tangkap dan arsiteknya pastinya adalah KAPOLDA Kalau terkait anarkis lalu aktor intelektual dibabat Kapolda harusnya untuk kasus UNAS harus dibabat.
Kalau ini berlanjut saya takut nasib SBY kaya Pak Harto Kabaikan yang sudah dilakukan tak nampak karena kamarahan rakyat rakyat marah karena kemiskinan bukan dibela tapi pencuri uang rakyat yang justru dibela dan dilindungi
Hentika kekerasan yang dilakukan polisi jangan sampai SBY dianggap melanggar HAM Berat oleh dunia internasional By omision and By Disign.
salam
UG tim Sukses SBY DKI Jakarta
bersama almarhum H.Jayanto
(dari Milis FPK)
DIarsipkan di bawah: EDITORIAL, Indonesia, Megawati Soekarnoputri, administrasi negara, analisa, berita, catatan harian, demokrasi, discussion, etika, hak asasi manusia, hukum, humaniora, masalah sosial, negara, opini, orang muda, pancasila, pemerintahan/ birokrasi, pendapat tokoh/ pakar, pernyataan sikap, politics, politik, reformasi, sby, surat



















Mas memang gak gampang jadi presiden ! saya adalah pendukung SBY to be RI1 tapi masalahnya mas, apa yang mas sampaikan saya lihat terlalu dini dan buru buru mas !
apa yg kita lihat sekarang adalah serangan serangan samar yang ditujukan oleh orang orang yang merasa keamanannya terganggu dengan terbentuknya KPK yang super Body, dan untuk menyelamatkan dan memposisikan mereka di garis aman mereka menggunakan cara cara yang terlihat seperti atas perintah presiden, akan tetapi itu belum tentu perintah dari presiden.
dan lagi mas harus ingat mas, media sangat berperan penbting dalam kesalah pahaman ini dan proses pembodohan ini bukan SBY !
Contoh : begitu hebatnya semua media memberitakan tentang anjuk rasa yang di lakukan Mahasiswa pasca kenaikan BBm, hampir setiap jam mereka menayangkan ulang ! TAPI
berapa kali mereka menayangkan kenaikan harga minyak dunia mencapai 65 Dolar/ Barel ( 1 Barel =159 liter) itu harga minyak mentah pak bukan harga minyak jadi. biaya produksi minyak per barel untuk premium ?
Berapa biaya produksi bensin dari memompa dari perut bumi hingga sampai di SPBU/Pom Bensin?
Berikut rincian produksi minyak menjadi bensin dari Statistik Energi Resmi Pemerintah AS
Pada tanggal 12 Mei 2008 biaya Distribusi, Marketing, dan keuntungan US$ 2,52/barrel untuk Branded dan US$ 1,26/barrel untuk NonBranded.
Ada pun Ongkos Pengilangan dan Keuntungan US$ 9,57/barrel untuk Branded dan US$ 10,94/barrel untuk Unbranded. Total biaya pengilangan dan distribusi terendah jadi US$ 10,94/barrel. Ini di AS yang tarif Marketing dan gaji pegawainya puluhan kali lipat dari di Indonesia. Menurut saya di Indonesia harusnya tidak lebih dari US$ 7/barrel.
Untuk Crude oil cost mereka memakai harga NYMEX (Pasar Komoditas New York) saat itu US$ 124,5/barrel
Setelah itu biaya memompa minyak dari dalam bumi menurut BP Migas US$ 1/barrel. Secara kasar jika kita asumsikan biayanya US$ 1-3/barrel maka dengan memakai biaya kilang dan distribusi AS saja biayanya paling mahal US$ 13,4/barrel.
Kwik Kian Gie menghitung biayanya US$ 10/barrel sementara Pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noorsy antara US$ 2-12/barrel.
Di AS harga Bensin tanpa pajak per tanggal 12 Mei 2008 Rp 7.960/liter. Ditambah pajak sekitar 16,5% (Rp 1.582/liter) harganya menjadi Rp 9.541/liter.
Dari data lembaga yang sama, pada tahun 2006 konsumsi minyak Indonesia 1,2 juta bph dan produksi 1,1 juta bph. Sehingga sisanya (0,1 juta bph) harus impor. Agar biaya impor lebih murah, akan lebih baik jika Indonesia beli langsung ke negara-negara Timur Tengah ketimbang harus beli dari AS atau Singapura.
Nah itu dah masalahnya kenapa BBm kudu Naik ! kalo enggak ? mau utang lagi ? subsidi buat saya sama aja numpuk utang ! bener rakyat yang gak paham akan ini akan bilang ” sebodo teing” tp buat 10 Tahun kedepan gimana !
inilah susahnya jadi presiden di indonesiaku tercinta ini !
kembali saya Bilang harusnya kita menghargai apa yang presiden kita lakukan dengan tidak memberi subsidi berarti tuntutan Mahasiswa pada tahun 1997 telah di terapkan dan di jawab dengan baik oleh SBY !
Bukankah salah satu tuntutan mahasiswa waktu itu adalah “STOP HUTANG ”
” GO HEEL WITH IMF ”
itu yang sedang di lakukan SBY saat ini ! mengenai JK, saya yakin SBY itu Pandai dan saya Yakin SBY itu lihai dengan terbentuknya “KPK ” di bawah presiden jeas bahwa presiden membentuk senjata baru bagi kalangannya jadi kalo KPK yang nindak teman temannya SBY bakal bilang “Waduh di luar kewenangan saya ” ok pak !
semoga pa R1 selalu dalam lindungan Allah SWT. saya cuma ingin menyampaikan di wilayah kemayoran ada hotel berindikasi Mesum dekat pemukiman warga dekat sekolah dan lebih parah lagi nempel dengan masjid.
thanks
MENGGUGAT PUTUSAN SESAT HAKIM BEJAT
Putusan PN. Jkt. Pst No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan Klausula Baku yang digunakan Pelaku Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi.
Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku untuk menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap di Polda Jateng.
Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak ‘bodoh’, lalu seenaknya membodohi
dan menyesatkan masyarakat, sambil berlindung di bawah ‘dokumen dan rahasia negara’.
Statemen “Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap” (KAI) dan “Ratusan rekening liar terbanyak dimiliki oknum-oknum MA” (KPK); adalah bukti nyata moral sebagian hakim negara ini sudah terlampau sesat dan bejat. Dan nekatnya hakim bejat ini menyesatkan masyarakat konsumen Indonesia ini tentu berdasarkan asumsi bahwa masyarakat akan “trimo” terhadap putusan tersebut.
Keadaan ini tentu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Masyarakat konsumen yang sangat dirugikan
mestinya berhak mengajukan “Perlawanan Pihak Ketiga” dan menelanjangi kebusukan peradilan ini.
Siapa yang akan mulai??
David
HP. (0274)9345675