| Jumat, 13 Juni 2008 10:45 WIB | |
Gus Dur: Jangan Nyoblos, Golput Saja |
![]() |
| WASPADA ONLINE (JAKARTA) – Kecewa masalah internal partainya selalu dicampuri pemerintah, Ketua Dewan Syuro DPP PKB Gus Dur mengancam akan melakukan golput. Bahkan dia mengajak pengikutnya untuk tidak memilih dalam pilkada dan pemilu 2009. “Tergantung pemerintah. Kalau pemerintah campur tangan terus dalam segala hal yang terjadi, adalah kami tidak ada jalan lain adalah membisikkan pada para pemilih golput aja bareng-bareng..,” cetus Gus Dur di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta, Kamis (12/6) malam Pernyataan itu dilontarkan Gus Dur karena kecewa dengan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan Muhaimin Iskandar dan Lukman Edy yang telah dipecat DPP PKB. Gus Dur mencontohkan, pada pemilihan bupati di Kudus Jawa Tengah baru-baru ini, jumlah pemilih yang golput sebanyak 47% orang, hanya 53% yang memilih. “Itu sekali DPP teriak, habislah pemilih,” ujarnya Sementara Ketua Dewan Tanfidz PKB MLB versi Parung Ali Masykur Musa menambahkan, kalau PKB di bawah kepemimpinannya tidak ambil bagian dalam pemilu, maka pilkada dan pemilu pada umumnya akan rugi besar dan akan terjadi golput secara massal dan akan mempengaruhi legitimasi dan keabsahan dari seluruh pemilih. “Bayangkan ada pemilu ada PKB tapi tidak di bawah kepemimpinan Gus Dur dan sebagai sebuah simulasi saja terhadap terhadap kejadian beberapa minggu yang lalu, maka siapa yang akan memproteksi kemajemukan bangsa,” papar Ali Masykur. Sedangkan Sekjen Yenny Wahid mengatakan, keputusan PN Jaksel tidak ada hubungannya dengan pilkada karena saat ini tidak ada dualisme kepemimpinan. Yang ada adalah PKB hasil MLB Parung.(ini/hmn) (j01) |
DIarsipkan di bawah: Bhinneka tunggal Ika, EDITORIAL, Gus Dur (Abdurrahman Wahid), Indonesia, Islam/ Moslem, Katolik, analisa, berita, catatan harian, demokrasi, etika, hak asasi manusia, hukum, islam politik, masalah sosial, negara, opini, pancasila, partai islam, partai politik, pendapat tokoh/ pakar, pernyataan sikap, politics, protestan, sby, siaran pers




















[...] hal yang lumrah. Soeharto, Presiden Kedua RI : Siapa saja yang mencoba melawan, akan saya gebuki. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Negarawan, Ulama, Presiden ke-4 RI : Tergantung pemerintah. Kalau pemerintah campur [...]