Koran Tempo, 23 Mei 2008 08:36
[Koran Tempo 23/5/08] Jakarta-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pemuka agama menjadi contoh untuk menyelesaikan konflik secara damai dan tanpa kekerasan.
“Jika kita ingin umat menyelesaikan permasalahan termasuk konflik, secara damai tanpa kekerasan, sebagai pemimpin (harus) menjadi contoh,” kata Presiden Yudhoyono dalam pertemuan umat beragama di Istana Negara kemarin.
Dunia internasional, Presiden melanjutkan, banyak meminta bantuan Indonesia, yang berkarakter kehidupan beragamanya berjalan baik. ” Mari kita buktikan karakter itu benar dengan menjalankan di negeri sendiri,” katanya. ”Setelah itu, baru diterapkan dalam masyarakat global.”
Namun, Presiden mengingatkan agar ikatan kebangsaan lebih kuat di atas berbagai ikatan global, apa pun identitas, agama, kelompok etnis, suku dan daerahnya. ”Meski pun demokrasi, hak asasi manusia, dan pasar terbuka menjadi ideologi yang dianut semua bangsa, ikatan kebangsaan meski lebih kuat. (Ninin Damayanti)
DIarsipkan di bawah: Ahmadiyah, Budha, EDITORIAL, Hindu, Indonesia, Islam/ Moslem, Katolik, agama, berita, catatan harian, culture, demokrasi, dialog agama, etika, gereja katolik indonesia, hak asasi manusia, humaniora, kerukunan umat beragama, love, negara, peace, pendapat tokoh/ pakar, politics, religion, social

















