Berangkat dari keprihatinan para tokoh agama dunia atas berbagai kekerasan dan permusuhan atar agama di dunia, para peserta Konferensi Dunia tentang Agama dan Perdamaian di Kyoto tahun 1970 merumuskan poin-poin berikut sebagai seruan bersama:
1. Keyakinan akan kesatuan asasi keluarga bangsa manusia;
2. Kesadaran akan kesucian pribadi manusia dan hati nuraninya;
3. Kesadaran akan nilai komunitas manusia;
4. Pengakuan bahwa kekuatan itu bukan hak dan kekuatan manusia itu tidak mutlak dan swadaya;
5. Kepercayaan bahwa cinta kasih, kesosialan dan kejujuran batin memiliki kekuatan yang lebih besar daripada kebencian, permusuhan dan kepentingan diri;
6. Kesadaran akan tugas memihak kaum miskin dan tertindas berhadapan dengan kaum kaya dan penindas;
7. Harapan mendalam bahwa yang baik itu akhirnya akan menang.
Sekiranya para tokoh agama meneteskan prinsip dan seruan bersama sampai ke akar rumput, maka kekerasan dan pemusuhan setidak-tidaknya berkurang, dan akhirnya terciptalah kedamaian Sebab kedamaian di bumi dan akhirat itulah VISI semua agama. (Diringkas Pormadi Simbolon dari buku Etika Ekonomi-Politik Global, karya Hans Kung, Penerbit CV. Qalam, Yogyakarta 2002)
DIarsipkan di bawah: EDITORIAL, Family, Indonesia, Islam/ Moslem, Katolik, agama, berita, culture, dialog agama, discussion, etika, hak asasi manusia, humaniora, kerukunan umat beragama, peace, pendapat tokoh/ pakar, politics, politik, religion, renungan harian

















